• Home
  • Politik
  • Galau Gundah Gulana, Tanpa Ampun Satpol PP Tak Beri Tempat Anies Baswedan Bersanding dengan 7 Presiden RI di Jakarta
Senin, 20 Juni 2022 09:44:00

Galau Gundah Gulana, Tanpa Ampun Satpol PP Tak Beri Tempat Anies Baswedan Bersanding dengan 7 Presiden RI di Jakarta


NASIONAL, POLITIK, - Satpol PP Kelurahan Rawamangun tanpa ampun mencopot foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang bersanding dengan tujuh Presiden RI.

Melansir tribunjakarta, Satpol PP tidak memberikan ruang pemasangan spanduk Anies Baswedan yang bersanding dengan tujuh Presiden RI.

Diketahui spanduk itu terpasang di jembatan penyeberangan orang (JPO) yang ada di Jalan Pemuda, Kelurahan Rawamangun, Kecamatan Pulogadung tepatnya depan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Ibnu Chuldun.

Foto Anies Baswedan yang bersanding dengan tujuh Presiden Indonesia mulai dari Soekarno sampai Jokowi itu sempat viral di media social (medsos).

Tidak diketahui pasti kapan spanduk dipasang dan siapa yang memasang.

Namun bila dilihat dari warnanya yang belum tampak kusam spanduk diduga belum lama dipasang.

Tapi kini, spanduk yang memuat wajah Anies bersama tujuh presiden lain itu telah lenyap.

Sebab, Sabtu (18/6/2022) sekitar pukul 14.53 WIB, jajaran Satpol PP Kelurahan Rawamangun menertibkan spanduk yang menyandingkan wajah Anies bersama tujuh Presiden RI itu.

Kasatpol PP Jakarta Timur Budhy Novian mengatakan penertiban dilakukan karena tidak berizin dan melanggar Perda DKI Jakarta Nomor 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.

"Enggak ada info pengajuan izin, jadi kita tertibkan. Penertiban dilakukan karena spanduk melanggar Pasal 52 Perda Nomor 8, " kata Budhy di Jakarta Timur, Sabtu (18/6/2022).

Isi Pasal 52 yakni: Setiap orang atau badan dilarang menempatkan atau memasang lambang, simbol, bendera, spanduk, umbul-umbul, maupun atribut-atribut lainnya pada pagar pemisah jembatan

Kemudian pagar pemisah jalan, jalan, jembatan penyeberangan, halte, terminal, taman, tiang listrik dan tempat umum lain sehingga perlu ditertibkan bila tidak memiliki izin.

Spanduk yang memuat foto Anies Baswedan bersanding dengan tujuh presiden Indonesia viral di media sosial.

Spanduk itu terpasang di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang ada di Jalan Pemuda, Kelurahan Rawamangun, Kecamatan Pulogadung tepatnya depan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Ibnu Chuldun.

Tidak diketahui pasti kapan spanduk dipasang dan siapa yang memasang, namun bila dilihat dari warnanya yang belum tampak kusam spanduk diduga belum lama dipasang.

Kini spanduk itu memang sudah dicopot oleh Satpol PP Kelurahan Rawamangun pada Sabtu (18/6/2022) sekira pukul 14.53 WIB.

Kasatpol PP Jakarta Timur Budhy Novian mengatakan penertiban dilakukan karena tidak berizin dan melanggar Perda DKI Jakarta Nomor 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.

"Enggak ada info pengajuan izin, jadi kita  tertibkan. Penertiban dilakukan karena spanduk melanggar Pasal 52 Perda Nomor 8, " kata Budhy di Jakarta Timur, Sabtu (18/6/2022).

Isi Pasal 52 yakni: Setiap orang atau badan dilarang menempatkan atau memasang lambang, simbol, bendera, spanduk, umbul-umbul, maupun atribut-atribut lainnya pada pagar pemisah jembatan

Kemudian pagar pemisah jalan, jalan, jembatan penyeberangan, halte, terminal, taman, tiang listrik dan tempat umum lain sehingga perlu ditertibkan bila tidak memiliki izin.

Penampilan Anies paling beda

Kendati spanduk itu sudah dicopot karena melanggar aturan, sejumlah foto dan video mengenai spanduk yang memuat wajah Anies Baswedan dan tujuh presiden Indonesia itu viral di media sosial.

Adapun foto tujuh presiden Indonesia itu dimuat berurutan dari yang pertama Sukarno, kemudian dilanjutkan Soeharto, BJ Habibie, Abdurahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono hingga Joko Widodo.

Di sebelah kiri foto Jokowi barulah memuat foto Anies Baswedan.

Pemasangan foto Anies Baswedan di sebelah Jokowi mungkin ini menandakan bahwa Gubernur DKI Jakarta bakal menjadi presiden Indonesia selanjutnya.

Diketahui, nama Anies Baswedan memang begitu kencang digemborkan bakal maju dalam pilpres 2024 mendatang.

Kendati begitu, di spanduk yang viral itu terlihat penampilan Anies Baswedan itu paling beda sendiri dibanding enam presiden lainnya yang pria.

Sebab, hanya Anies Baswedan seorang yang tidak mengenakan kopiah dalam foto tersebut.

Komentar pengamat

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin mengatakan, kopiah yang tak dipakai dalam foto lantaran Anies belum menjadi Presiden RI berikutnya.

Hal itupun menunjukkan kebimbangan soal jadi presiden atau tidak.

"Ya kalau memang spanduknya seperti itu, ya misalkan Anies disejajarkan dengan presiden sebelumnya ada fotonya yang kebetulan Anies tidak menggunakan peci ya itu karena mungkin Anies kan belum tahu apakah jadi presiden atau tidak, kan yang memakai peci kan semuanya sudah jadi presiden dan mantan presiden. Saya melihatnya seperti itu," ucap Ujang saat dikonfirmasi, Ahad (19/6/2022).

Kendati begitu, ia tak menampik jika pemasangan spanduk ini sangat cerdik dalam hal pemilihan waktu.

Sebab, pemasangan dilakukan ketika nama Anies tengah melambung dan ramai perbincangkan setelah 32 DPW NasDem merekomendasikan Anies Baswedan sebagai capres untuk Pilpres 2024 mendatang.

"Jadi sesungguhnya pertandingannya masih lama, kalaupun ada spanduk seperti itu ya itu mungkin bagian dari pada dinamika dalam konteks berdemokrasi," lanjutnya.

Lebih lanjut Ujang menduga kemunculan foto ini sebagai bagian dari strategi dukungan terhadap orang nomor satu di DKI Jakarta itu untuk melenggang pada Pilpres 2024 mendatang.

"Ya saya melihatnya apa ya mungkin juga ini bagian dari pada bisa saja strategi dari tim-tim relawan atau kelompoknya Anies yang memang ingin menjadikan Anies sebagai capres 2024 nanti," kata Ujang.

Ujang menyebut pemasangan spanduk tersebut merupakan cara yang cerdik.

Meski kini spanduk yang terpasang di jembatan penyeberangan orang (JPO) yang ada di Jalan Pemuda, Kelurahan Rawamangun, Kecamatan Pulogadung tepatnya depan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Ibnu Chuldun itu sudah dicopot.

Satu diantara buktinya yakni setelah nama Anies kian menjadi sorotan setelah 32 DPW NasDem merekomendasikan Anies Baswedan sebagai capres untuk Pilpres 2024 mendatang.

"Padahal ya kita tidak tahu karena kan Anies juga belum resmi dicalonkan oleh partai koalisi untuk menjadi capres lalu juga kita belum tahu siapa yang akan menang kan gitu. Jadi sesungguhnya pertandingannya masih lama, kalaupun ada spanduk seperti itu ya itu mungkin bagian daripada dinamika dalam konteks berdemokrasi," lanjutnya.

"Di situlah apa namanya mungkin ya cerdiknya dari para pendukung relawan Anies, memunculkan spanduk itu ketika Anies sudah di publish menjadi salah satu katakanlah usulan dari Partai NasDem," lanjutnya. (*)

Share
Komentar
Copyright © 2012 - 2022 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified