• Home
  • Riau Raya
  • Pengrajin Kapal Motor Warga Sungai Apit Minta Perhatian Pemda Siak
Kamis, 21 Oktober 2021 07:05:00

Pengrajin Kapal Motor Warga Sungai Apit Minta Perhatian Pemda Siak

RIAUONE.COM,SIAK- Masyarakat Tanjung Kuras Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak, ternyata memiliki banyak potensi keahlian. Salah satunya pengrajin kapal motor.  Sayang, pengrajin di sini ingin maju namun terkendala modal, minta perhatian Pemda Siak.

Udo Mus, salah seorang warga pengrajin kapal motor atau pompong di wilayah tersebut menyampaikan, butuh modal belasan juta untuk mengerjakan satu pompong. Jika ingin menggunakan jasanya, pemesan harus memberi uang sebagai tanda jadi untuk membeli bahan. 

Pompong berbahan dasar kayu meranti dan damar sebagai perekat ini, untuk satu badan kapal saja membutuhkan sedikitnya Rp6 juta. Jika ingin selesai dan siap pakai, untuk satu unit pompong ukuran lebar 1,3 dan panjang 6,2 meter ini setidaknya menelan dana Rp16 juta.

" Pengerjaannya memakan waktu tujuh hari, " kata warga asli Tanjung Kuras ini sambil mengerjakan pompong pesanan milik warga kampung tetangga. 

Udo Mus bukanlah pengrajin aktif. Kendalanya adalah tak memiliki modal. Sehingga Mus tak menyediakan pompong jadi, harus dipesan dan diberi modal membeli bahan terlebih dahulu. 

 Meski begitu, Udo Mus telah dikenal sebagai pengrajin yang rapi dan halus dalam membuat pompong. 

Jefriden, Ketua RT setempat membenarkan, Tanjung Kuras merupakan daerah pengrajin pompong yang cukup dikenal. Pihaknya sebenarnya sangat mendukung kerajinan ini. Para pengrajin umumnya memang terkendala pada modal. 

" Bukan tak mungkin usaha mereka berkembang lebih besar lagi jika diberi modal. Kita juga berharap ada perhatian pihak terkait kepada pengrajin ini. Misalnya membelikan modal bahan dasar," tutur Jefri. 

Termasuk juga alat pertukangan manual dan tradisional yang saat ini digunakan, jika dimoderenkan tentunya akan mempercepat waktu kerja dan lebih efektif. 

Pengakuan salah seorang pemesan, kapal motor dari Tanjung Kuras ini biasanya tahan lama bahkan lebih dari 10 tahun. Dia mengaku sangat puas dengan hasil karya pengrajin pompong di Tanjung Kuras. 

Dia juga berharap pengrajin pompong yang jarang ditemui ini dapat bertahan dan terus berkarya

Laporan: Masroni

Share
Berita Terkait
Komentar
Copyright © 2012 - 2021 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.