- Home
- Kilas Global
- Pemerintah baru mendatang diminta untuk tegas menyelesaikan persoalan kenaikan konsumsi BBM bersubsidi
Minggu, 13 April 2014 10:37:00
Pemerintah baru mendatang diminta untuk tegas menyelesaikan persoalan kenaikan konsumsi BBM bersubsidi
riauone.com, - Pemerintah baru mendatang diminta untuk tegas menyelesaikan persoalan kenaikan konsumsi BBM bersubsidi yang kembali mengancam anggaran negara.
Anatomi defisit neraca berjalaan terdiri atas tiga hal, yaitu arus barang, jasa, dan pendapatan investasi (income). Khusus barang terbagi dua, yaitu migas dan nonmigas.
"Yang banyak dibahas hanya subsidi BBM yang mengakibatkan defisit migas. Tahun lalu subsidi BBM sekitar Rp 240 trilliun tahun ini mungkin sama," ujar Chief Economist and Director for Investor Relation PT Bahana TCW Investment Management, Budi Hikmat, kemarin (12/04).
Kondisi defisit neraca berjalan tahun ini dikhawatirkan makin membengkak jika langkah mengantisipasi lonjakan konsumsi BBM bersubsidi tanpa perubahan strategi dan langkah konkret. (et/net/roc)
Share
Berita Terkait
Riau, Kabupaten PENGHASIL MIGAS Ini Kerisis BBM, Hampir 1 Pulau ini tidak ada BBM "Ibarat Ayam Mati di Lumbung Padi"
BENGKALIS, - Beberapa pekan ini, tidak menentu kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) jenis
Kasus Oplos BBM Korupsi Pertamina Rp193 Triliun, Kejagung Periksa Eks Dirjen Migas ESDM
NASIONAL, HUKRIM, - Pihak Kejaksaan Agung (K
BBM Naik!!, Tapi Harga Pertamax Tidak Ikut Naik
NASIONAL, Jakarta - PT Pe
Horor Kecelakaan Truk di Riau, Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Macet Panjang
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified







