• Home
  • Kilas Global
  • Ada Perangkat pengintai Israel dilaporkan digunakan untuk amati LGBT Indonesia?
Senin, 22 Oktober 2018 07:42:00

Ada Perangkat pengintai Israel dilaporkan digunakan untuk amati LGBT Indonesia?

DUNIA, - Berhati-hatilah jika Anda menerima pesan teks yang memberikan tautan yang terpotong. Perangkat Anda mungkin saja disadap dengan perangkat pengintai.
 
Itulah yang terungkap dalam sebuah laporan di situs berita Israel Haaretz bahwa bahwa perangkat pengintai asal Israel dijual ke banyak negara untuk memata-matai kelompok tertentu, dan di Indonesia digunakan untuk membuat database kelompok Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) dan kelompok agama minoritas.
 
Perangkat pengintai atau spyware Pegasus buatan Israel itu dapat "menentukan lokasi ponsel, menguping pembicaraan, merekam percakapan di sekitar, memotret orang-orang di sekitar ponsel, membaca dan menulis pesan teks dan email, mengunduh aplikasi dan meretas aplikasi yang sudah ada di telepon, dan mengakses foto, klip, pengingat kalender dan daftar kontak."
 
Dan ini bekerja jika Anda meng-klik sebuah tautan yang terpotong yang dikirimkan lewat pesan teks.
 
Tidak untuk LGBT
Direktur Komunikasi dan Informasi Badan Intelijen Negara ( BIN) Wawan Hari Purwanto tidak menampik bahwa badannya kerap membeli perangkat pengintai untuk kepentingan perlindungan negara, namun menyangkal jika itu dipakai untuk untuk mengawasi kelompok LGBT.
 
"Intelligent devices itukan hal yang biasa dilakukan dan dibeli di Indonesia dari berbagai negara karena memang kebutuhan untuk melakukan upaya-upaya pengamanan di Indonesia harus ditopang oleh teknologi terkini dan selalu dilakukan update," ungkap Hari Purwanto.
 
"Akan tetapi tidak semata-mata ditujukan ke arah sesuatu misalnya LGBT tapi ini kepada kepentingan perlindungan negara atau kepentingan publik yang lebih luas karena ini perintah dari UUD '45 yaitu melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia," imbuhnya.
 
Wahyudi Djafar, pakar hukum dan keamanan dari ELSAM (Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat) juga mempertanyakan jika ada sebuah badan Indonesia yang menggunakan alat surveilans untuk mengintai kelompok LGBT karena intersepsi komunikasi hanya dapat dilakukan jika menyangkut penegakan hukum.
 
"Kalau kita cek seluruh undang-undang di Indonesia, itu kan tidak ada larangan terhadap LGBT atau LGBT sebagai sebuah tindak pidana. Jadi alasannya apa? Apakah keamanan nasional? Juga apa yang mengancam dari LGBT dengan keamanan nasional Indonesia?" ujar Wahyudi.
 
Melanggar hak privasi masyarakat
Meski begitu, berita Haaretz ini setidaknya dapat menjadi 'alarm' bagi masyarakat Indonesia karena menurut Wahyudi, hingga saat ini Indonesia masih belum memiliki UU antiintersepsi komunikasi yang memadai.
 
"Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang di bawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi," UUD 1945 Pasal 28 (G) ayat 1
 
Surveilans massal lewat perangkat pengintai yang memantau percakapan seluruh orang seperti yang dilakukan spyware Pegasus melanggar hak privasi masyarakat yang tertuang dalam UUD 1945 Pasal 28 (G) ayat 1.
 
Namun karena belum ada undang-undang yang mengatur, maka jika terjadi pelanggaran, tidak diketahui mekanisme pemulihannya seperti apa.
 
DPR saat ini sedang menyusun RUU Penyadapan. Namun itupun, menurut Wahyudi, rumusannya masih kurang mengikuti tren teknologi surveilans saat ini yang sangat masif dan belum memastikan perlindungan warga negara dari tindakan surveilans massal. (bbc/indonesia).
Share
Berita Terkait
  • 15 menit lalu

    VeydooMax Memperkenalkan Sekilas X6 Baru di Bangkok International Motor Show, Memperluas Jangkauan Produk Seri Ride ke Luar Asia Tenggara

  • 23 menit lalu

    BRIDGE Alliance Expands Summit to Five Days as It Scales Global Media Platform

    Komentar
  • 1
    Kilas Global  6 hari lalu

    OMODA & JAECOO to Debut at Beijing Auto Show, Marking Third Anniversary and 1 Million Sales as They Embark on a New Chapter of Globalization

  • 2
    Kilas Global  6 hari lalu

    March Sales Reach 61, 254 Units, with New Energy Vehicle Sales Soaring 471% YoY: OMODA & JAECOO Accelerate Toward the Million Era

  • 3
    Kilas Global  6 hari lalu

    Global Sales to Hit One Million! OMODA & JAECOO NEV Surges 471%, Powered by Hybrid Technology

  • 4
    Kilas Global  6 hari lalu

    EarthDaily Secures Eight-Figure AI-Ready Data Subscription Agreement with US Defense & Intelligence Technology Company

  • 5
    Kilas Global  7 hari lalu

    Toyota Group Key Supplier JTEKT Commissions 2,500 MWh Solar Carport in Kagawa Under 20-Year PPA with Peak Energy

  • 6
    Kilas Global  7 hari lalu

    La Mirabelle Achieves Sales of HK$4.6 Billion in Two Weeks, Records 522 Unit Sales as of 7 April 2026

  • 7
    Kilas Global  7 hari lalu

    IBFD and Vrije Universiteit Amsterdam Announce Launch of an Online Tax & Technology Certificate Programme

  • 8
    Kilas Global  6 hari lalu

    Asia Pacific dominates top rankings in Kearney's 2026 FDI Confidence Index amid global geopolitical tension and industrial policy expansion

  • 9
    Kilas Global  6 hari lalu

    Bangkok Unveils "KUDTHAI" Cultural Showcase in Emerging Songwat District During Songkran

  • 10
    Kilas Global  6 hari lalu

    RINA Wireless Brings Crystal-Clear Voice to Rural America with Mavenir's Cloud-Native VoLTE and VoWiFi Solutions

  • Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified