• Home
  • Kilas Global
  • Akhir Kisah Kapal Selam, KRI Nanggala Tenggelam Terdeteksi di Kedalaman 850 Meter
Minggu, 25 April 2021 06:49:00

Akhir Kisah Kapal Selam, KRI Nanggala Tenggelam Terdeteksi di Kedalaman 850 Meter

Menurut KSAL, tingkat kesulitan evakuasi lanjutan KRI Nanggala-402 cukup tinggi.

NASIONAL, - Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Yudo Margono, mengatakan, dari operasi yang dilakukan kapal perang Republik Indonesia (KRI) Nanggala-402 terdeteksi di kedalaman 850 meter. Menurut dia, tingkat kesulitan untuk mengangkat maupun evakuasi lanjutan kapal selam tersebut cukup tinggi.

"(Tim SAR gabungan) akan berjuang keras karena kedalaman laut yang kita deteksi tadi dalam pada kedalaman 850 meter," ujar Yudo dalam konferensi pers terkait operasi pencarian KRI Nanggala-402 di Bali, Sabtu (24/4).

Menurut Yudo, dengan kedalaman tersebut operasi yang akan dilakukan akan sangat riskan dan sangat memiliki kesulitan yang tinggi. Tingkat kesulitan yang tinggi itu berlaku bagi remotely operated vehicle (ROV) maupun prosedur pengangkatan yang akan dilakukan nantinya.

"Dengan kesulitan ini kita tetap jalankan untuk melaksanakan prosedur-prosedur pengangkatan maupun evakuasi berikutnya," kata dia.

Sebelumnya, Yudo telah menyatakan meningkatkan prosedur submiss KRI Nanggala-402 ke fase subsunk. Itu dilakukan setelah ditemukan bukti-bukti otentik kapal selam tersebut tenggelam.

"Dengan adanya bukti-bukti otentik yang kini diyakini milik KRI Nanggala, sehingga pada saat ini kita isyaratakan untuk dari submiss kita tingkatkan menuju fase subsunk," ujar Yudo.

Prosedur subsunk diberlakukan setelah kapal selam dinyatakan tenggelam. Yudo menjelaskan, pada fase subsunk ini pihaknya menyiapkan keperluan untuk melakukan evakuasi medis terhadap ABK yang kemungkinan masih selamat. Di samping itu, tim SAR gabungan masih terus meyakinkan kontak-kontak yang didapatkan.

"Dengan pernyataan ini, dari submiss ke subsunk saya selaku pemimpin TNI AL dan atas nama seluruh prajurit Angkatan Laut turut prihatin, khususnya kepada warga Hiu Kencana atas kejaidan yang tidak kita harapkan," tutur Yudo.

Pada kesempatan itu, dia menggelar bukti-bukti otentik yang diyakini milik KRI Nanggala-402. Beberapa bukti yang digelar, yakni tumpahan solar, spons penahan panas, pelurus tabung torpedo, pembungkis pipa pendingin, pelumas naik-turunnya periskop kapal selam, dan alas yang biasa digunakan ABK untuk sholat.

"Yang diyakini merupakan bagian atau komponen yang melekat di dalam kapal selam, dan ini tak akan terangkat apabila tidak ada tekanan dari luar atau terjadi keretakan di peluncur torpedo," jelas dia.

Yudo menerangkan, barang-barang yang ditemukan itu dinyatakan otentik milik KRI Nanggala-402 karena barang-barang tersebut tidak dimiliki oleh kapal lain. Selain itu, sepanjang pencarian dilakukan di sekitar radius 10 mil dari lokasi tidak ada kapal lain yang melintas.

"Dan dari para saksi ahli dalam hal ini adalah mantan-mantan ABK KRI Nanggala dan komunitas kapal selam ini diyakini barang-barang milik KRI Nanggala," kata dia. (rep/net/*).

Share
Berita Terkait
  • 3 tahun lalu

    Kisah Meledak Tenggelam-nya kapal selam Titan Berisi 5 Penumpang Orang-orang Tak Sembarangan

    DUNIA, - Sisa-sisa tubuh manusia diyakini telah ditemukan di antara puing-puing kapal selam Titan, kata Penjaga Pantai AS.

  • 5 tahun lalu

    Rakyat Bisa Melongo Kalau Tau, Kerugian Korupsi Asabri dan Jiwasraya Setara Harga 8 Kapal Selam Baru?

    NASIONAL, - Tragedi kecelakaan tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402 milik TNI AL di perairan Utara Bali memunculkan berbagai narasi publik. 

    Di berbagai lini mas

  • 5 tahun lalu

    Tak Tanggung-tanggung Orang Indonesia, Galang Dana Beli Kapal Selam, 3 Hari Tembus Rp1 M

    NASIONAL, -  Masjid Jogokariyan Yogyakarta mengajak masyarakat membeli kapal selam pengganti KRI Nanggala 402. Dana yang terkumpul di rekening Masjid Jogokariyan saat ini t

  • 5 tahun lalu

    Dai Nasional, Ust Abdul Somad Ajak Patungan Beli Kapal Selam Gantikan Nanggala, Ini Harganya

    NASIONAL, - Ustaz Abdul Somad mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk membantu pemerintah dalam membeli kapal selam baru. Langkah itu dilakukan sebagai pengganti dari kapal

  • Komentar
    Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified