• Home
  • Kilas Global
  • BBM Naik, Konsumen non Subsidi Siap Kecewa, Pertamax Tak Naik, Ini Harga BBM Non Subsidi Per 10 Juli 2022
Rabu, 13 Juli 2022 06:28:00

BBM Naik, Konsumen non Subsidi Siap Kecewa, Pertamax Tak Naik, Ini Harga BBM Non Subsidi Per 10 Juli 2022

NASIONAL, - PT Pertamina Patra Niaga memutuskan tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi Pertamax. Namun, kenaikan harga BBM non subsidi lainnya sudah berlaku sejak Minggu, 10 Juli 2022. 

BBM non subsidi yang mengalami kenaikan harga adalah Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite serta LPG nonsubsidi seperti Bright Gas. Untuk saat ini, hanya Pertamax yang merupakan BBM non subsidi namun harganya tidak berubah.

"Penyesuaian ini memang terus diberlakukan secara berkala sesuai dengan Kepmen ESDM 62/K/12/MEM/2020 tentang formulasi harga jenis bahan bakar umum (JBU). Penyesuaian harga ini dilakukan mengikuti tren harga pada industri minyak dan gas dunia," kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting dalam keterangan tertulis, Senin, 11 Juli 2022.

Harga BBM non subsidi per 10 Juli 2022

Kenaikan BBM non subsidi, kecuali Pertamax, sekitar Rp2.000 untuk per liter pada BBM dan per kilogram pada LPG. 

"Harga ini masih sangat kompetitif dibandingkan produk dengan kualitas setara," jelas Irto Ginting.

Berikut rincian harga BBM nonsubsidi berlaku 10 Juli 2022

Pertamax Turbo (RON 98): Rp16.200 (sebelumnya Rp14.500)

Pertamina Dex (CN 53): Rp16.500 (sebelumnya Rp13.700)

Dexlite (CN 51): Rp15.000 (sebelumnya Rp12.950 untuk wilayah DKI Jakarta atau daerah dengan besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) lima persen)

LPG non subsidi seperti Bright Gas akan disesuaikan sekitar Rp2.000 per kg

Harga Pertamax sekarang Rp12.500

Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, pihaknya masih menaruh harga Pertamax Rp12.500 per liter. Padahal kompetitor lainnya telah menaikkan harga BBM berkadar RON 92 tersebut hingga Rp17.950 per liter.  

Nicke bilang, kebijakan tidak mengubah harga BBM berkadar RON 92 itu untuk menahan migrasi konsumen Pertamax ke Pertalite. Jika harga Pertamax naik, maka konsumsi Pertalite akan semakin meningkat.

Ketika konsumsi Pertalite melebihi kuota, maka negara akan menombok subsidi tersebut dengan nominal besar dan tidak sesuai dengan porsi yang dianggarkan dalam APBN.

"Kita ini masih menahan coba dengan harga Rp12.500 per liter. Karena kita juga pahami kalau Pertamax kita naikkan setinggi ini maka shifting ke Pertalite," jelas Nicke pekan lalu. Demikian melansir medcomid. (*).

Share
Berita Terkait
  • 2 tahun lalu

    BBM Naik!!, Tapi Harga Pertamax Tidak Ikut Naik



    NASIONAL, Jakarta - PT Pe
  • 3 tahun lalu

    BBM Naik Lagi? Segera Cek! Daftar Harga BBM Pertamina yang Naik Mulai 1 Juli 2023

    NASIONAL, - Pertamina menyesuaikan harga BBM non subsidi mulai hari ini Sabtu (1/7/2023). Dengan penyesuaian ini, harga BBM Pertamina non subsidi yaitu Pertamax Turbo, Dexlite d

  • 3 tahun lalu

    BBM Naik Lagi? Jangan Syok, Harga BBM Seluruh SPBU RI Kompak Naik

    NASIONAL, - Badan usaha penyedia Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh Indonesia kompak menaikkan harga BBM di SPBU-nya per 1 Februari 2023 ini. Badan usaha tersebut adalah PT Per

  • 4 tahun lalu

    Harga BBM Senggol Kebutuhan Rumah Tangga, Harga BBM Naik, Siapa yang Paling Merana?

    NASIONAL, - Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan kenaikan harga BBM jenis Pertalite, Solar dan Pertamax. Meski ditentang berbagai kalangan dari mahasiswa

  • Komentar
    Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified