• Home
  • Kilas Global
  • Badan Intelejen Negara Bela TNI Soal Polemik Taruna Akmil Enzo
Minggu, 11 Agustus 2019 12:45:00

Badan Intelejen Negara Bela TNI Soal Polemik Taruna Akmil Enzo

Wawan Hari Purwanto

NASIONAL, - Juru Bicara Badan Intelejen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto menilai, institusi TNI tak kecolongan meloloskan Enzo Zens Allie dalam perekrutan Akademi Militer (Akmil). Menurut dia, panitia seleksi (pansel) telah merekrut dengan teliti.

"Kita tidak melihat hal ini sebagai kecolongan atau pun demikian. Dia telah melalui sejumlah seleksi dan masing-masing lolos. Juga ada wawancara, dari situ muncul penilaian (jika terpapar paham radikalisme ketahuan)," kata Wawan di D'consulate Resto & Lounge, Jakarta Pusat, Sabtu, 10 Agustus 2019. 

Wawan merincikan sejumlah tes yang dijalani Enzo yakni wawancara, mental, ideologi, fisik, jasmani, kesehatan jiwa, psikotes. Semua tes itu dilalui Enzo dengan mulus dan dinyatakan lolos seleksi. 

Namun, jika memang Enzo terpapar paham radikalisme, kata Wawan, lambat laun bakal ketahuan. Dia mencontohkan, seorang taruna yang sudah hampir diwisuda dikeluarkan akibat ketahuan terpapar radikalisme.

"Hanya memang orang melihat dia viral di medsos karena ada wawancara dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto terus ada keingintahuan orang seperti itu (radikalisme), ini persoalan yang berbeda," pungkas dia. 

Menurut dia, panitia seleksi (pansel) telah merekrut dengan teliti.

Taruna Akademi Militer (Akmil) Enzo Zenz Allie diterpa isu miring lantaran disebut terpapar Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menyebut institusi TNI telah kecolongan.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Sisriadi juga menepis tudingan taruna Akademi Militer (Akmil) atas nama Enzo Zens Allie terpapar radikalisme. Belakangan beredar foto Akmil keturunan Prancis itu tengah membawa bendera tauhid yang diletakan di tas ranselnya.

Sisriadi memastikan Enzo 'bersih'. Seleksi ketat sebelum menjadi taruna Akmil membuktikan tudingan Enzo condong ke ideologi radikal salah.

"Tidak (benar). Kita kan ada sistem seleksi yang berbeda dengan seleksi orang mau kerja shift siang shift malam. Ini untuk megang senjata dia. Jadi sudah selektif," ujar Sisriadi, di Jakarta, Rabu, 7 Agustus 2019. (medcom).

Share
Berita Terkait
  • 7 tahun lalu

    Bela Enzo, Fahri Singgung Pejabat Publik yang Bangga Komunis

    NASIONAL, - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah membela Enzo Zenzi Allie, taruna Akademi Militer yang disorot karena sempat diduga simpatisan organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indones

  • 12 tahun lalu

    Hasil di Mugello Puaskan Lorenzo

    Mugello - Posisi finis kedua di Mugello cukup untuk memuaskan Jorge Lorenzo. Apalagi rider Movistar Yamaha itu merasa sudah bisa kembali kompetitif dan tampil di level terba
  • 12 tahun lalu

    MotoGP Italia Sengit, Marquez Kalahkan Lorenzo di Mugello

    Mugello - Marc Marquez dan Jorge Lorenzo terlibat pertarungan sengit di MotoGP Italia. Berulang kali saling susul, Marquez akhirnya menyentuh garis finis lebih dulu, yang me
  • 12 tahun lalu

    MotoGP Spanyol, Juara Dunia dua kali Jorge Lorenzo Gagal Naik Podium

    riauone.com, Jerez - Juara dunia dua kali Jorge Lorenzo menunjukkan gelagat mandek di awal musim 2014. Ia bahkan tak bisa memberi dirinya kado yang manis di hari jadinya yan
  • Komentar
    Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified