- Home
- Kilas Global
- CGTN: 70 tahun hubungan Tiongkok-Afrika: Dari perjuangan bersama menuju impian bersama akan modernisasi
Rabu, 03 Juni 2026 08:29:00
CGTN: 70 tahun hubungan Tiongkok-Afrika: Dari perjuangan bersama menuju impian bersama akan modernisasi
Pada KTT FOCAC 2024, Tiongkok dan Afrika kembali meningkatkan hubungan mereka menjadi komunitas yang tangguh dalam berbagai situasi dengan masa depan bersama untuk era baru. Tiongkok juga memperluas akses bebas bea dari 33 negara Afrika menjadi mencakup seluruh 53 negara Afrika yang memiliki hubungan diplomatik dengannya pada tahun 2025. Dengan demikian, Tiongkok menjadi ekonomi besar pertama yang secara sepihak memberikan perlakuan tarif nol untuk seluruh kategori produk kepada setiap negara Afrika yang menjalin hubungan diplomatik dengannya.
Humphrey Moshi, ekonom terkemuka asal Tanzania, menggambarkan kerja sama Tiongkok-Afrika sebagai contoh signifikan solidaritas negara-negara Selatan Global. Ia mengatakan bahwa solidaritas seperti itu membantu mengubah negara-negara berkembang dari "peserta pasif" menjadi "pembentuk aktif" aturan internasional.
Meningkatkan modernisasi melalui kerja sama praktis
Meskipun kepercayaan politik menjadi fondasi hubungan Tiongkok-Afrika, kerja sama ekonomi telah menjadi faktor penstabil sekaligus mesin pertumbuhan kemitraan tersebut.
Menurut data yang dirilis oleh Administrasi Umum Kepabeanan Tiongkok, perdagangan Tiongkok-Afrika mencapai rekor $348 miliar pada 2025, naik 17,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Tiongkok juga tetap menjadi mitra dagang terbesar Afrika selama 17 tahun berturut-turut. Momentum tersebut terus berlanjut hingga tahun 2026. Pada kuartal pertama saja, perdagangan Tiongkok dengan negara-negara Afrika mencapai 646,56 miliar yuan ($92,2 miliar), naik 23,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada saat yang sama, Inisiatif Sabuk dan Jalan telah mengubah konektivitas di seluruh benua Afrika melalui peningkatan sistem perkeretaapian dengan proyek-proyek seperti Kereta Api Tazara dan Kereta Api Lebar Standar Mombasa-Nairobi. Keduanya menjadi proyek unggulan yang menjadi contoh kerja sama Sabuk dan Jalan yang berkualitas tinggi antara Tiongkok dan Afrika.
Menurut Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Tiongkok telah menandatangani perjanjian keringanan utang atau mencapai kesepakatan terkait keringanan utang dengan 19 negara Afrika pada tahun 2023. Dengan demikian, Tiongkok menjadi kontributor terbesar dalam upaya penangguhan pembayaran utang di bawah kerangka G20.
Sementara itu, Tiongkok telah melatih puluhan ribu tenaga profesional Afrika melalui beasiswa, pelatihan vokasi, dan program pertukaran pendidikan. Hingga bulan Juni 2025, Tiongkok telah mengadakan 17 Lokakarya Luban di 15 negara Afrika. Sementara itu, rencana kerja sama universitas Tiongkok-Afrika, yaitu inisiatif pendidikan tinggi yang mempertemukan universitas-universitas Tiongkok dengan institusi-institusi Afrika, telah menghubungkan 114 perguruan tinggi.
Paul Frimpong, direktur eksekutif sekaligus rekan peneliti senior di Africa-China Centre for Policy & Advisory, mengatakan bahwa kontribusi Tiongkok terhadap pembangunan Afrika semakin terlihat.
Ia menambahkan, "Berbagi pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman oleh Tiongkok di sektor-sektor seperti manufaktur dan energi hijau memberikan dampak mendalam terhadap perjalanan Afrika menuju modernisasi dan kemandirian."
https://news.cgtn.com/news/2026-05-30/China-Africa-ties-at-70-Path-to-a-shared-dream-of-modernization-1NzbT7rDWhy/p.html






