- Home
- Kilas Global
- Dampak Dolar Rupiah, harga tiket pesawat bakal lebih mahal
Sabtu, 08 September 2018 20:02:00
Dampak Dolar Rupiah, harga tiket pesawat bakal lebih mahal
NASIONAL, - Kementerian Perhubungan telah mengajukan rencana kenaikan 5% tarif batas bawah (TBB) pesawat dari saat ini 30% menjadi 35% kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.
Rencana kenaikan tarif batas bawah karena adanya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat itu pun masih dikaji oleh Menko Luhut.
Direktur Utama Citilink Indonesia, Juliandra Nurtjahjo menyambut baik rencana tersebut walaupun besarannya belum sesuai dengan yang diajukan oleh Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Inaca) yakni sebesar 10%.
"Ya, ada efeknya lah, walaupun tidak signifikan, kita terima kasih itu disetujui. Kita mengikuti koridor yang benar, suara airline melalui Inaca itu," kata Juliandra saat ditemui di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Jumat (7/9).
Juliandra pun memastikan jika batasan tarif baru sudah ditetapkan pemerintah, tidak akan sulit bagi Citilink untuk menaikkan harga tiket pesawat.
Hal itu karena ada landasan aturan dan melihat tingginya jumlah penumpang Citilink dalam dua bulan terakhir yang mencapai 90%.
"Kita bermain dalam koridor batasan tarif gak boleh melanggar itu. Saat ini kan demand-nya juga naik sehingga itu tidak terlalu sulit buat kita coba (naikkan harga)," ujar Juliandra.
Sebelumnya, Ketua Inaca yang juga menjabat sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala Mansury berharap pemerintah segera menerapkan kenaikan tarif batas bawah karena hanya itu yang dapat membantu biaya operasional maskapai.
Sektor penerbangan turut terimbas dengan adanya pelemahan rupiah karena banyak transaksi yang menggunakan dollar AS seperti biaya sewa pesawat dan biaya pembelian bahan bakar, terlebih yang saat ini juga meningkat karena adanya kenaikan harga minyak dunia.
"Kenaikan tarif batas bawah lah, itu yang kita harapkan, itu bisa membantu industri secara keseluruhan. Perkembangan terakhir depresiasi rupiah menjadi dorongan aturan tarif batas bawah bisa segera direalisasikan," kata Pahala. (*).
sumber: kontan.
Share
Berita Terkait
Toblerone Presents " The Ultimate Gift ": The Toblerone Crystal Bar crafted by Swarovski
DNB Goes Live on the nCino Platform to Modernise and Scale Corporate Lending Across International Markets
nCino bringing intelligent lending to life at Norway's largest financial instituti
CGTN: Dari rakyat, untuk rakyat: Nilai-nilai yang dijunjung dalam Medali 1 Juli
BEIJING, July 01, 2026 (GLOBE NEWSWIRE) -- CGTN telah menerbitkan sebuah artikel yang m
EBC Financial Group dan Departemen Ekonomi Universitas Oxford Memperpanjang Kemitraan terkait Edukasi Ekonomi untuk Masyarakat
Kolaborasi selama tiga tahun untuk memperluas akses ke riset ekonomi melalui seri webin
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified










