- Home
- Kilas Global
- Gubernur Anies Tak Bisa Ditaklukkan, Para Tycoon Reklamasi Pindah Ke Kepri
Kamis, 18 Januari 2018 12:14:00
Gubernur Anies Tak Bisa Ditaklukkan, Para Tycoon Reklamasi Pindah Ke Kepri
oleh : DJOKO EDHI ABDURRAHMAN
Anggota Komisi Hukum DPR 2004 - 2009, Wakil Sekretaris Lembaga Penyuluhan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama, PBNU
TERGANJAL Gubernur Jakarta Anies Baswedan, modus proyek pulau reklamasi, pindah ke Provinsi Kepri (Kepulauan Riau). Saya mencocokkan data Perpers Kebijakan Kelautan Indonesia Nomor 16 Tahun 2017, yang diratifikasi Presiden Jokowi bulan lalu, termuat di www.peraturan.go.id, dengan proyek "Pendalaman Jalur Laut Kepri".
Jika di proyek Pulau Reklamasi, para Tycoon menunggangi Gubernur Ahok, di proyek pengerukan jalur laut Kepri itu, para Tycoon yang sama, menunggangi Gubernur Kepri Nurdin Basirun.
Modusnya, laut Kepri dikeruk lalu hasil kerukan, yaitu pasir laut, dijual ke pulau reklamasi Singapore. Saat Perpers itu diterbitkan, pasir sudah laku terjual, sekitar Rp 2 triliun per month. Sudah deal 60 persen dengan otoritas artificial land Singapore. Big sale setengah tahun lalu.
Tapi kepastian Penpers itu terbit setelah Gubernur Anies ternyata tak bisa diatur. Mereka rugi besar di Reklamasi Jakarta. Bahkan HGB nya sudah harus dicabut setelah sebelumnya dimoratorium Menko Maritim Rizal Ramli dengan terkuaknya kasus korupsi Alirman, Dirut Agung Sedayu Group, 2015. HGB nya cacat administrasi yang menuntut BPN kudu melakukan eksaminasi untuk pembatalan HGB.
Perpers Kebijakan Kelautan itu adalah Tupoksi Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, pada identifikasi proyek pengerukan Pendalaman Jalur Laut Kepri, akal-akalan. Sekilas tak kelihatan karena Penpres adalah kebijakan (beschikking) berupa regeling. Baru tampak keanehannya begitu dicermati di mana Penpres memuat Rencana Aksi yang mestinya Tupoksi Pemda Kepri dan sejumlah paradoks Tupoksi antarlembaga.
Proyek pengerukan yang dinamakan "pendalaman jalur laut" adalah Tupoksi Departemen Perhubungan. Karenanya harus dibiayai oleh APBN. Sedangkan pasir kerukannya adalah Tupoksi Departemen Sumber Daya Mineral dan Pertambangan, harus menggunakan duit negara lagi.
Dalam Perpers, dinyatakan bahwa pengerukan bekerjasama dengan swasta, dan Depkeu menyediakan municipal bond yang bisa digunakan 70-an IUP lokal Kepri. Jadi, negara hanya kebagian membayar.
Sedang para Tycoon memetik laba dari buyer Singapore yang Rp 2 triliun per month. Canggih. Sementara jalur laut yang diperdalam itu, tak memiliki business plan, nyaris mustahil kapal internasional akan transit ke situ yang kini transit di Singapore, pusat ACU (Asia Currency Units). Konyolnya, 90 persen IUP lokal tadi tak bisa ikut serta. Berteriak mereka: kami dirampok![***]
sumber: republika.
Share
Berita Terkait
Replacing decommissioned renewables will take solar and wind installations to new heights as 2.5 TW of projects reach end of life by the 2040s
In the 2040s, accelerating decommissioning will drive solar and wind installations high
*It Takes Youth to Build Bridges: 100 American Students Complete Immersive China Tour as Sino Group's ............
De Beers Group Showcases Desert diamonds at Jewellery & Gem WORLD Hong Kong
Building confidence in the natural diamond category with industry partners, guided by t
Global Mayors Dialogue in Wuhan focuses on urban innovation and cooperation
WUHAN, CHINA - Media OutReach Newswire - 23 September 2026 - The Global Mayors Dialogue
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified










