Jumat, 16 September 2016 11:46:00

Hati-hati Peredaran Pelumas Palsu

Ilustrasi.
 
JAKARTA, - Pelumas yang diproduksi di pabrik biasanya sudah memiliki spesifikasi dan formula yang sudah diperhitungkan dan sudah teruji. Namun, ada saja oknum yang berani untuk memalsukan pelumas produksi pabrik yang kualitasnya dipertanyakan dan ditawarkan dengan harga lebih murah.
 
Padahal, pelumas yang diproduksi Pertamina Lubricants, misalnya, diproduksi dengan proses yang cukup panjang sebelum diedarkan ke pasaran. Sebelum membuat pelumas baru, tim Product Development Pertamina Lubricants bekerja sama dengan tim R&D Laboratory membuat, merumuskan formula pencampuran base oil dan bahan aditif serta menguji pelumas itu beberapa kali sampai hasilnya benar-benar memenuhi standar kualitas dan spesifikasinya.
 
"Bicara bahan bakunya, pelumas itu kan terdiri dari base oil dan aditif. Ada satu tempat pemalsuan oli, base oil-nya dituang, aditifnya dituang, dan enggak tahu takarannya bagaimana, sudah enggak jelas. Itu cuma ditimbang saja. Habis itu drumnya diguling-gulingkan untuk mencampur bahan baku pelumasnya. Dia tuang lagi ke ember, dia ciduk satu-satu lalu dimasukkan ke kemasan. Lalu dia jual dengan harga lebih murah," kata Lubricant Product Development Pertamina, Mia Krishna,di Lubricant Product Development Laboratory Depot BBM Pertamina Plumpang, Jakarta Utara.
 
Artinya, pelumas palsu tersebut tidak sesuai dengan kualitas dan spesifikasi yang ditetapkan produsen oli. Walhasil, konsumen lah yang harus menanggung risiko. Untuk itu, Operation Head Lubricant Oil Blending Plant Jakarta, Edwin Wijaya memberikan tips agar mendapatkan pelumas Pertamina yang asli di pasaran. Pertama, pastikan terdapat angka batch number pada tutup dan kemasan botol pelumas. (int/dt).
 
Share
Berita Terkait
  • 21 menit lalu

    BOI at 60: Building an Investment Foundation, Powering a Sustainable New Economy

    BANGKOK, THAILAND - Media OutReach Newswire - 4 August 2026 - For six decades, the Thai
  • 26 menit lalu

    Revealing Roo Rise: OceanX Expedition Establishes a New Scientific Baseline for the High Seas

    Expedition maps more than 12,800 square kilometers of seabed and documents deep-sea bio
  • Komentar
    Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified