Sabtu, 16 Mei 2015 10:13:00

KBRI Pastikan 16 Warga Selatpanjang Dalam Kondisi Aman

foto berita.
RIAUONE.COM, PEKANBARU, ROC - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) memastikan 16 WNI di Kamboja tidak sedang disandera oleh bos judi di sana. Pemilik kasino tersebut hanya meminta pertanggungjawaban kepada mereka karena masalah duit Rp 2,1 miliar.
 
Juru bicara Kemenlu Arrmantha Nasir mengatakan, pihak Kedutaan Besar Indonesia untuk Kamboja telah bertemu dengan bos judi tersebut. Pada kesempatan itu diketahui bahwa tidak terjadi penyanderaan.
 
''Saya tekankan mereka tidak disandera, tetapi hanya ditahan tidak boleh keluar dari kasino sampai besok. Mereka diberikan pilihan, mau diselesaikan (ganti uang yang dilarikan penuh) atau mereka akan dilaporkan ke polisi,'' jelasnya saat dihubungi merdeka.com, Kamis (14/5/2015).
 
Dalam pertemuan itu, pihak KBRI meminta jangan sampai WNI menerima tindak kekerasan. Dan si pemilik kasino setuju dengan permintaan tersebut.
 
''16 WNI itu diminta untuk mengganti penuh, namun mereka hanya mau mengganti Rp 800 juta saja. Saat ini pihak KBRI kami sedang melakukan perjalanan untuk melihat kondisi mereka," tutup Arrmantha.
 
Untuk diketahui, penyanderaan ini disebabkan karena seorang WNI berinisial JS membawa kabur duit bos judi itu sebesar Rp 2,1 miliar.
 
"Jadi perusahaan judi itu disinyalir merasa dirugikan karena uangnya dilarikan oleh orang inisial JS," ujar Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Z Pandra saat dihubungi merdeka.com, Kamis (14/5).
 
Pandra mengatakan, pihaknya sudah meminta keterangan dari pihak keluarga. "Yang terpenting kita selamatkan dulu lah warga kita itu," ujarnya.
 
Dari informasi yang diterima Pandra, 16 orang tersebut berangkat ke negara Kamboja pada Maret 2015 lalu. Mereka berangkat dari kota Batam provinsi Kepulauan Riau, kemudian ke Singapura dan lalu ke Kamboja.
 
''Mereka diajak oleh JS untuk bekerja di sebuah perusahaan perjudian. Informasinya, mereka bukan imigran gelap, tapi jalur resmi," kata Pandra.
 
Sebelumnya, gara-gara JS melarikan uang milik salah seorang bos judi di Kamboja, 16 warga kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau disandera. Penyanderaan itu diduga sebagai jaminan atas uang perusahaan judi sebanyak Rp 2,1 miliar.
 
''Di negara Kamboja itu kan judi dilegalkan. Jadi perusahaan judi itu disinyalir merasa dirugikan karena uangnya dilarikan oleh orang inisial JS. Nah JS ini yang mengajak 16 warga Meranti kerja di Kamboja," ujar Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Z Pandra saat dihubungi merdeka.com, Kamis (14/5).
 
Menurut Pandra guna mencari keberadaan ke 16 warganya, Pandra sudah menghubungi Kapolda Riau Brigjend Pol Dolly Bambang Hermawan, Interpol, dan Pemerintah Indonesia di Jakarta, hingga kedutaan besar Republik Indonesia di Kamboja. (*).
Share
Berita Terkait
  • 10 bulan lalu

    Tips dan Trik Merawat Tanaman Hias


    KEBUN, - Merawat tanaman hias bisa menjadi hobi y
  • 2 tahun lalu

    Ini Dokter yang Viral atas Dugaan Kasus Bullying PPDS Undip, Namanya Prathita Amanda Aryani


    NASIONAL, KESEHATAN, - Ini latar belakang pendidi
  • 2 tahun lalu

    Bikin Pangling, Ini Potret Terbaru Amanda Manopo yang Tampil Dikira Oplas


    ENTERTAIN, - Penampilan terbaru Amanda Manopo saat melakukan pemotretan dan menghadiri premier film yang dibintanginya sukses curi atensi, bik
  • Komentar
    Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified