- Home
- Kilas Global
- Karena Maksiat, Majlis Ulama Islam Dumai Prihatin dengan Kondisi Daerah
Jumat, 31 Januari 2014 03:20:00
Karena Maksiat, Majlis Ulama Islam Dumai Prihatin dengan Kondisi Daerah
riauone.com, Dumai, Riau - Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kota Dumai juga prihatin dengan kondisi daerah ini, terutama karena perbuatan maksiat mulai merajalela. Karena itu, dia mengimbau semua komponen masyarakat untuk memberantas perbuatan maksiat, yang kini menjadi penyakit masyarakat (pekat).
Ketua MUI Dumai Lukman Syarif, MA mengatakan semua hal-hal yang berunsur pekat dan penyelewengan moral dan akhlak ummat hendaklah menjadi fokus dan perhatian semua pihak, karena hal ini sangat merusak dan membahayakan masa depan anak bangsa yang sekaligus menjadi masa depan ummat.
Menurutnya, perbuatan mendiamkan hal tersebut adalah tidakan subhat yang berimplikasi kepada pertanggunjawaban besar di hadapan Allah SWT dan hilangnya barokah dalam hidup, serta menjadi penyebab turunnya bala bencana.
“Sebagai orangtua tentunya kita semua selalu menginginkan yang terbaik untuk anak-anak kita, karena kita sangat mencintai mereka. Karena itu, janganlah kita untuk turut andil dalam merusak masa depan anak-anak kita dengan membiarkan semua penyakit masyarakat, yang ada dan tumbuh berkembang di sekeliling kita, seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan anak-anak kita. Baik itu dilakukan secara sengaja atau tidak sengaja, langsung ataupun tidak langsung, atau dengan dalih apapun,” kata dia kepada wartawan akhir pekan kemarin.
Dia menjelaskan, anak adalah tunas bangsa yang menjadi masa depan bangsa ini. Pada mereka dititipkan harapan dan masa depan ummat. Pendidikan dalam definisi sederhana adalah sebuah proses pembinaan anak dengan menjadikan semua yang mereka lihat, dengar, rasakan, kerjakan dan alami adalah hal-hal yang baik, agar mereka dapat tumbuh baik pada lingkungan masyarakat yang baik.
Semua ini adalah sebuah proses pelatihan dan pembiasaan agar terbentuk sebuah krakter dan keperibadian yang baik pada mereka. Sebagaimana dikatakan Ibnu Khaldun bahwa manusia adalah anak dari lingkungannya. Sementara Imam Al Ghozali juga menyatakan bahwa manusia adalah anak dari kebiasaannya.
Berkaca dari hal di atas MUI Kota Dumai mengajak semua elemen ummat Islam, baik sebagai masyarakat biasa, eksekutif, legislatif, aparatur hukum, terutama para orangtua agar berusaha dengan sekuat tenaga untuk mewujudkan lingkungan yang kondusif dan baik di Kota Dumai ini, untuk pertumbuhan dan perkembangan anak-anak dan remaja yang menjadi penyambung estafet perjuangan dan kepemimpinan bangsa.
MUI Kota Dumai sangat prihatin dengan peningkatan angka kriminalitas pada usia anak-anak sebagaimana yang disampaikan oleh petugas BAPAS Dumai Mulkan Siregar, Spd.I bahwa telah terjadi peningkatan yang cukup signifikan pada tingkat kriminalitas yang dilakukan oleh beberapa anak di Kota Dumai, yang menjadikan mereka tersandung beberapa kasus hukum.
MUI Kota Dumai sebagai bagian dari ummat Islam Kota Dumai, sekali lagi menghimbau dan mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama menyelamatkan anak-anak dari semua bentuk dan jenis penyakit masyarakat yang ada di sekeliling lingkungan masyarakat.
“Tanpa kebersamaan, upaya ini sulit untuk dilakakukan karena ini adalah tanggungjawab bersama kita semua. Setiap kita akan diminta pertanggungjawaban sesuai dengan amanah dan kewenangan yang diberikan Allah SWT kepada kita,” ujar Ustadz Lukman Syarif.(dzc/roc)
Share
Berita Terkait
BAPER JILID VII: Bazar & Pagelaran Seni Remaja Rutin PIK-R ASIK SMKN 1 Dumai Meriahkan Hari Remaja Internasional
PENDIDIKAN, DUMAI, - Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) ASIK
Ada Apa dengan Miss Universe Indonesia 2024, Vina Anggi Sitorus Mundur dari Kontes MUID 2024
PPPK Tahun 2024 Pemkot Dumai, Formasi Tenaga Teknis Terbanyak, Tenaga Pendidik Sedikit
DUMAI, - Pendaftaran Pega
Horor Kecelakaan Truk di Riau, Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Macet Panjang
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified










