- Home
- Kilas Global
- Klaim Pertamina Rugi, Kemenkeu : Akan Ada Audit BPKP
Jumat, 15 Agustus 2014 07:37:00
Klaim Pertamina Rugi, Kemenkeu : Akan Ada Audit BPKP
riauonecom, - PT Pertamina (Persero) mengaku rugi Rp 43 triliun sampai pertengahan tahun 2014. Pertamina memaparkan kerugian akibat pasokan solar yang diberikan kepada PT PLN (Persero) yang hingga kini menjadi utang.
Menanggapi hal tersebut Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani memaparkan bahwa pihaknya akan melakukan audit keuangan Pertamina kepada Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Hal tersebut untuk membuktikan apakah Pertamina rugi karena PLN.
"Nanti akan ada audit BPKP sesegera mungkin. Periode 2014 yang diaudit. Tidak ada klaim," ujar Askolani di Kementerian Keuangan, seperti diberitakan tribunnews.
Askolani memaparkan meski harta Pertamina belum diaudit, namun masalah pasokan solar kepada PLN sudah selesai. Saat ini Ditjen Anggaran menghitung harga yang akan disepakati oleh Pertamina untuk dijual ke PLN.
"Intinya diselesaikan. Itu kita diluruskan. Cara penghitungannya kami betulkan," jelas Askolani.
Askolani memaparkan sedangkan untuk sisa utang PLN tahun 2013 sudah ada hasil audit. Askolani menjelaskan asumsi harga jual kurang lebih akan sama dengan kesepakatan yang pertama, yakni MODS (harga acuan minyak solar dari Singapura) ditambah 9,5 persen.
"Harga kembali ke kesepakatan awal," kata Askolani.
Askolani menambahkan ke depan, Pertamina dan PLN akan menyelesaikan masalah pembayaran solar untuk pembangkit listrik secara bisnis. Sehingga kedua perusahaan BUMN bisa saling menjaga agar tidak ada yang rugi.
"Tadinya banyak ketidakcocokan. Tadi kami buka semua datanya lalu dilihat lagi. Semuanya duduk bersama dan akhirnya ketemu jalannya. Harganya pokoknya sepakat. Ini kan b to b (bisnis to bisnis)," papar Askolani. (trb/et/roc)
Share
Berita Terkait
Gaji Enam Orang Direksi Pertamina ini Masing-masing Tembus Rp57,3 Miliar per tahun, atau Rp4,7 Miliar per bulan Per Orang
NASIONAL, Jakarta, - PT Pertamina (Persero) tenga
Geger Kasus Disertasi Bahlil Lahadalia, Rektor UI Beri Sanksi Tunda Kenaikan Pangkat Promotor dan Ko-promotor
Rektor UI menunda kenaikan pangkat
Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan pada 1 Maret 2025 dan Idul Fitri pada 31 Maret 2025
Masih Geger Ipar Adalah Maut, Ini Reaksi Nisa Asli saat Tahu Sang Adik Nonton Film 'Ipar Adalah Maut'
ENTERTAIN, - Kamu sudah m
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified







