- Home
- Kilas Global
- Masih Langka, Warga Kelimpungan Cari Gas Elpiji 3 Kg
Sabtu, 27 September 2014 09:54:00
Masih Langka, Warga Kelimpungan Cari Gas Elpiji 3 Kg
riauonecom, Dumai, roc, - Sebagian besar warga Dumai golongan ekonomi ke bawah masih kelimpungan mencari gas elpiji tabung 3 kilo gram. Mereka bingung karena hingga saat ini persoalan bahan bakar untuk kebutuhan memasak belum juga bisa diatasi pemerintah. Padahal pemerintah sudah mengkonversi BBM jenis minyak tanah ke elpiji.
“Kami sudah berkeliling mencari gas hingga ke Kelakap Tujuh, tapi tak dapat juga. Tak tahulah bagaimana caranya lagi,” ujar Darman, warga Jaya Mukti, Dumai Timur, kemarin.
Begitu pula yang dikatakan Suhaimi, warga Jalan Bintan. Menurutnya, pangkalan yang ada di sekitar lingkungannya selalu dalam keadaan tertutup karena kehabisan stok gas elpiji 3 kilo gram. Bahkan, baru datang pihak pangkalan mengaku sudah habis dipesan pelanggan.
Salah seorang pemilik pangkalan mengaku bahwa jatah untuk pangkalan sudah dikurangi pihak agen, sehingga untuk kebutuhan warga sekitar tak mencukupi. Warga tak mau tahu dengan kondisi ini dan mereka hanya bisa menyalahkan pihak pangkalan.
“Biasanya dapat jatah 70 tabung, tapi sekarang diberi 30 tabung. Otomatis, begitu baru datang langsung habis,” ujar Ikhsan, pemilik pangkalan di Jalan Takari, Dumai Kota.
Agen gas elpiji PT Nur Sembilan Baru Ada mengaku bahwa kuota gas tabung 3 kilo gram sudah dibatasi, sementara masyarakat yang menggunakan gas elpiji subsidi tersebut makin bertambah banyak. Akibatnya, kebutuhan gas elpiji 3 kilo gram tak mencukupi.
“Masyarakat yang beralih menggunakan gas elpiji makin banyak, yang seharusnya tidak boleh untuk golongan ekonomi mampu. Namun, masyarakat mampu pun beralih menggunakan gas tabung 3 kilo gram. Apalagi, mereka makin bertambah banyak setelah kenaikan gas elpiji tabung 12 kilo gram,” kata Badaruzzaman, agen gas elpiji dari PT Nur Sembilan Baru Ada.
Pihak terkait seperti Disperindag Dumai dan Pertamina tak melakukan apa-apa.(dzc/roc/net)
Share
Berita Terkait
Komentar










