- Home
- Kilas Global
- Menteri BUMN meminta Direksi PLN agar Bekerja lebih Cepat untuk Menangani Krisis Listrik
Rabu, 26 Februari 2014 18:05:00
Menteri BUMN meminta Direksi PLN agar Bekerja lebih Cepat untuk Menangani Krisis Listrik
riauone.com, - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, meminta Direksi PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN agar bekerja lebih cepat untuk menangani krisis listrik di Sumatera Utara.
"Pak Dahlan minta direksi tangani," kata Sekretaris Kementerian BUMN, Imam A. Putro, Selasa (25/2).
Pemadaman listrik di Sumatera Utara sudah terjadi sejak akhir tahun lalu karena faktor cuaca dan kurangnya pasokan listrik. Adapun kali ini krisis listrik muncul di antaranya karena ada defisit listrik hingga 200 megawatt (MW) akibat kerusakan boiler. Unit pendidih air Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Labuhan Angin Unit I dan Unit II di Sibolga milik PLN tersebut bermasalah.
Keadaan diperparah lantaran tak ada listrik cadangan. Litrik dari PLTU Pangkalan Susu berkapasitas 2 x 200 MW yang diharapkan menjadi alternatif belum bisa dialirkan karena terhambat pembebasan lahan tiang transmisi. Masyarakat sekitar Kualanamu menolak Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berkapasitas 30 MW karena suara bisisng dengan beroperasinya pembangkit itu.
PLTD Kualanamu ini akan beroperasi hingga beberapa proyek PLTU milik PLN di Sumatera Utara siap digunakan. Selain itu, PLN mengandalkan PLTU Nagan Raya yang masa pemeliharaannya dijadwalkan selesai pada 5 Maret mendatang.
Direktur Operasi Jawa-Bali-Sumatera PLN, I Gusti Ngurah Adnyana, memperkirakan pembangkit unit II Pelabuhan Labuhan Angin bisa normal berproduksi pada Jumat ini. Dengan begitu, 100 MW listrik dapat dialirkan. "Sedangkan Unit II ditargetkan beroperasi di minggu ketiga Maret," ucapnya.(et/tempo)
Share
Berita Terkait
Ada-ada Saja, Muncul Isu Menteri Pariwisata Minta Air Galon Untuk Mandi
NASIONAL, - Tengah geger di sosial
Gaji Enam Orang Direksi Pertamina ini Masing-masing Tembus Rp57,3 Miliar per tahun, atau Rp4,7 Miliar per bulan Per Orang
NASIONAL, Jakarta, - PT Pertamina (Persero) tenga
Usai Geger Kasus Korupsi Pertamina Rp193 Triliun, Kini Giliran PLN diterpa Isu Korupsi Nilai-nya Rp1,2 Triliun
NASIONAL, - Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortast
Pagar Laut yang Jadi Tandatanya Akhir-nya di Bongkar, TNI AL: Printah Presiden dibongkar
NASIONAL, LINGKUNGAN, Jakarta - Tentara Nasion
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified








