- Home
- Kilas Global
- Muara Bakau akan Sumbang US$ 5 Miliar
Minggu, 16 Februari 2014 13:20:00
Muara Bakau akan Sumbang US$ 5 Miliar
riauone.com, - Manfaat yang bakal diperoleh dari pengembangan lapangan gas bumi di Wilayah Kerja (WK) Muara Bakau diperkirakan akan menyumbangkan pendapatan negara sebesar US$ 5 miliar atau lebih dari Rp 50 triliun.
Pelaksana Tugas Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Johannes Widjanarko mengatakan, proyek ini cukup strategis dan berinvestasi besar, karena merupakan lapangan gas pertama yang didapat dari laut dalam (deep water) dengan kedalaman lebih dari 500 meter di bawah permukaan laut. Hal ini menunjukkan potensi migas di wilayah laut dalam benar-benar sudah mulai digarap.
Rencana pengembangan lapangan (plan of development/POD) Lapangan Jangkrik disetujui bulan November 2011 dan POD Jangkrik North East disetujui Januari 2013. Pengembangan Lapangan Jangkrik dan Jangkrik North East ini akan dilakukan dengan skenario pembangunan fasilitas produksi dan komersialitas penjualan gas dan kondensat secara terintegrasi.
SKK Migas telah menetapkan pemenang lelang rekayasa, pengadaan, konstruksi, dan instalasi (engineering, procurement, construction, installation/EPCI) untuk dua lapangan gas bumi di Wilayah Kerja (WK) Muara Bakau. Kedua lapangan gas tersebut adalah lapangan Jangkrik dan Jangkrik North East dengan kontraktor kontrak kerja sama, Eni.
Selain pelaksanaan proyek EPC, secara paralel di lapangan ini akan dilakukan pengeboran lepas pantai sebanyak 11 sumur pengembangan. SKK Migas dan Eni optimis target tata waktu produksi bisa tercapai.
Proses lelang proyek EPCI-1 untuk jasa-jasa pembuatan dan instalasi barge Floating Production Unit (FPU) yang diikuti 24 perusahaan, dimenangkan oleh Konsorsium PT Saipem Indonesia, PT Tripatra Engineers and Constructors, PT Chiyoda International Indonesia, dan Hyundai Heavy Industries Co. Ltd.
Sedangkan EPCI-2 untuk paket pembangunan fasilitas penerimaan di darat, jaringan pipa, dan peralatan pendukung lainnya, yang diikuti 18 perusahaan, dimenangkan oleh Konsorsium PT Technip Indonesia-Technip Geoproduction (M) Sdn. Bhd.
Terakhir, pengadaan Engineering Procurement-3 untuk pembangunan sistem produksi bawah laut, sistem pengendalian, dan peralatan pendukung, yang diikuti 18 perusahaan, dimenangkan oleh PT FMC Santana Petroleum Equipment Indonesia.(ET/roc)
Share
Berita Terkait
MBG Sering Berulah, Makan Bergizi Gratis Bikin Ribuan Anak Keracunan,KPAI dan Ahli Gizi Bereaksi keras
NASONAL, - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan andalan Presiden Prabowo
Tips dan Cara-cara Menggunakan Adroid untuk Pemula
TEKNO, - Perangkat android ini buka
Berikut Beberapa Tips untuk Menggunakan Microsoft Excel secara efektif
TEKNO, - Microsoft Excel adalah alat yang sangat
Tanggal 18 Agustus 2025 ditetapkan Sebagai Cuti Bersama Bukan Libur Nasional YA!
NASIONAL, - Pemerintah Indonesia, melalui Surat K
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified










