- Home
- Kilas Global
- Nasabah Bank yang bersaldo Rp200 Juta Siap-siap
Selasa, 06 Juni 2017 06:10:00
Nasabah Bank yang bersaldo Rp200 Juta Siap-siap
Perbankan wajib laporkan nasabah bersaldo Rp200 juta
NUSANTARA, - Peraturan Menteri Keuangan Nomor 70/PMK.03/2017 tentang Petunjuk Teknis Mengenai Akses Informasi Keuangan untuk Kepentingan Perpajakan mewajibkan sektor perbankan melaporkan data nasabah dengan agregat saldo di rekening paling sedikit Rp200 juta.
"Untuk Indonesia, kami yang untuk entitas tanpa batas minimal, dan untuk orang pribadi adalah batas saldo Rp200 juta," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.
Kewajiban pelaporan bagi perbankan terkait nasabah dengan saldo paling sedikit Rp200 juta tersebut diperuntukkan bagi rekening keuangan yang dimiliki oleh orang pribadi, sedangkan untuk entitas, badan atau perusahaan tidak terdapat batasan saldo minimum.
Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak Suryo Utomo menjelaskan informasi yang dilaporkan antara lain identitas pemilik rekening keuangan (nama, alamat, negara domisili, tanggal lahir), nomor rekening, identitas lembaga keuangan, saldo rekening per 31 Desember 2017 untuk pelaporan yang pertama, dan penghasilan.
"Ini didasarkan pada pemahaman CRS (common reporting standard) untuk memasukkan informasi identitas sebagai yang harus dipertukarkan," kata dia.
Pelaporan pertama data nasabah domestik wajib dilaporkan oleh lembaga jasa keuangan langsung kepada Ditjen Pajak pada 30 April 2018.
Pelaporan data keuangan nasabah dari lembaga jasa keuangan yang melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) paling lambat pada 1 Agustus 2018 untuk kejadian atau transaksi sampai 31 Desember 2017.
Suryo menjelaskan OJK kemudian menyampaikan laporan data keuangan nasabah tersebut kepada Ditjen Pajak paling lambat 31 Agustus 2018.
Selain sektor perbankan, jenis lembaga jasa keuangan yang menjadi subjek pelapor dan pemberi informasi, yaitu sektor pasar modal, perasuransian, serta entitas lain di luar pengawasan OJK.
Bagi rekening keuangan di sektor perasuransian, yang wajib dilaporkan adalah yang nilai pertanggungan paling sedikit Rp200 juta.
Untuk sektor pasar modal dan perdagangan berjangka komoditi tidak terdapat batasan saldo minimal. (ant/net).
Share
Berita Terkait
From Warehouses to Sidewalks: Seyond Scales LiDAR for the Next Generation of Robotics
SUNNYVALE, Calif., Sept. 25, 2026 (GLOBE NEWSWIRE) -- As the global robotics community
MIHAS Awards 2026 Celebrates Excellence and Sets New Benchmark for Innovation, Sustainability and Digitalisation Across the Global Halal Ecosystem
Issuer: Malaysia External Trade Development Corporation (MATRADE)
Green SM Begins Pilot Operations In The Netherlands, Further Expanding Its Presence In Europe
Issuer: Green SM
Amari Koh Samui and OZO Chaweng Samui invite active travellers to fill their trip with more of the experiences they love
Issuer: ONYX Hospitality Group
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified










