- Home
- Kilas Global
- Sejumlah Pihak Masih Menyesalkan Penolakan Hongkong terhadap UAS
Senin, 25 Desember 2017 16:54:00
Sejumlah Pihak Masih Menyesalkan Penolakan Hongkong terhadap UAS
NASIONAL, - Kasus deportasi secara sepihak yang diberikan oleh otoritas imigrasi Hongkong terhadap Ustaz Abdul Somad (UAS) terus mendapat sorotan dari insan tanah air.
Sebab ulama itu baru saja mengalami kasus serupa pada awal Desember 2017 di Bali dan kini terjadi di luar negeri.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukman Edy mempertanyakan alasan otoritas Hongkong melakukan deportasi terhadap UAS. Pihak konsulat Indonesia untuk Hongkong hanya mempertanyakan hal tersebut secara tegas.
"Ini perlu dipertanyakan oleh pihak otoritas Hongkong," ujar Lukman saat dihubungi, Senin (25/12).
Menurut Lukman, pemerintah juga perlu mencari solusi supaya kejadian ini tidak terulang lagi ke depannya. Pasalnya UAS ke Hongkong demi menghadiri undangan ceramah dari para tenaga kerja Indonesia (TKI). "Ini untuk antisipasi ke depannya," katanya.
Sebelum mengundang, pihak panitia harusnya berkoordinasi dengan Konsulat Indonesia di Hongkong, sehingga nantinya konsulat Indonesia akan memberitahukan ke otoritas Hongkong bahwa ada WNI dari Indonesia yang ingin melakukan ceramah keagamaan. Jika koordinasi itu dilakukan, maka tidak akan ada kasus pendeportasian seorang ulama di negeri orang.
Mantan menteri PDT era SBY itu menduga tindakan deportasi dari Hongkong itu akibat termakan isu hoax di Indonesia. Sebab beberapa timeline di media sosial (medsos) menyebut UAS itu dalam ceramah keagamaanya anti Pancasila dan mengandung ujaran kebencian. "Menurut saya ini laporan hoax yang direspons oleh Hongkong," pungkasnya.
Sekadar informasi, UAS ditolak masuk Hongkong oleh otoritas setempat setibanya di Bandara, Sabtu (23/12) sore. UAS tak kuasa membendung kekecewaannya karena batal berdakwah untuk TKI di Hongkong.
UAS pun sempat membeberkan kronologi penolakannya di Bandara Hongkong. Kasus itu bermula ketika pesawat yang ditumpanginya baru mendarat di Bandara Hongkong pada pukul 16.00 waktu setempat atau pukul 15.00 WIB.
Saat itu, sejumlah orang berseragam sipil yang diduga petugas otoritas imigrasi menghadang UAS saat hendak turun dari pesawat.
Somad pun menuruti petugas untuk membuka dompet, Somad lantas merasa semakin disudutkan. Mereka mempertanyakan seluruh kartu identitas UAS yang ada di dalam dompet. Salah satu yang sempat dipertanyakan adalah kartu anggota Rabithah Alawiyah (Organisasi pencatat keturunan Nabi Muhammad SAW di Indonesia).
Dia menyebut, pihak imigrasi Hongkong menaruh curiga dengan kartu tersebut karena memiliki logo bintang dan terdapat sejumlah kalimat berhuruf Arab. Somad menduga, kecurigaan otoritas imigrasi Hongkong karena termakan dengan isu terorisme yang berkembang.
Selain soal isi dalam dompet, otoritas imigrasi Hongkong juga bertanya tentang seluruh identitasnya. Mereka bertanya soal pekerjaan, pendidikan, serta keterkaitan dengan Ormas dan Parpol. (jpc/roc).
Share
Berita Terkait
Ustad Abdul Somad Menjawab Tuduhan Ekstremis yang Jadi Sebab Larangan Masuk Singapura
DUNIA, - Ustad Abdul Somad (UAS) menjawab tuduhan-tuduhan yang menjadi dasar larangan masuk ke Singapura. UAS dianggap pihak Singapura sebagai sosok 'ekstremis'.
Berikut Jawaban Singapura Usai Tolak Ustaz Abdul Somad Masuk Singapura
DUNIA, - Muncul desakan dari dalam negeri agar Singapura menjelaskan mengapa menolak Ustaz Abdul Somad Batubara atau UAS masuk ke negara mereka. Pemerintah Singapura pun memberi
Ustadz Abdul Somad Dideportasi dari Singapura
RIAU, - Ustadz Abdul Somad (UAS) bersama keluarga dan sahabatnya dideportasi oleh petugas Imigrasi di Pelabuhan Tanah Merah Singapura Senin (16/5/2022).
Sampai saat
Pernikahan UAS, Dengan Mahar 244 Gram Emas Ustaz Abdul Somad Nikahi Fatimah Az Zahra
NASIONAL, - Dai Nasional Ustaz Abdul Somad (UAS) menikah, Mahar pernikahan Ustaz Abdul Somad (UAS) dengan Fatimah Az Zahra Salim Barabud (19) tergolong cukup fantasti
Komentar










