• Home
  • Kilas Global
  • Subsidi Elpiji 3Kg tahun ini diperkirakan naik dari Rp22 T menjadi Rp42 T?
Kamis, 04 Mei 2017 15:42:00

Subsidi Elpiji 3Kg tahun ini diperkirakan naik dari Rp22 T menjadi Rp42 T?

JAKARTA - Subsidi elpiji atau liquefied petroleum gas (LPG) pada 2017 diperkirakan melebar sekitar Rp20 triliun dengan melihat harga acuan minyak mentah Saudi Aramco tak berubah sepanjang tahun dan distribusi tertutup belum bisa berjalan.
 
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja mengatakan, pada APBN Perubahan 2017 terdapat potensi bahwa subsidi LPG membengkak. Dari alokasi Rp22 triliun, subsidi yang disalurkan berpotensi naik menjadi Rp42 triliun.
 
Seperti diketahui, pemerintah hingga kini masih memberi subsidi sekitar Rp4.000 per kilogram pada LPG ukuran 3 kg.
 
Adapun, dalam APBN 2017, pagu subsidi LPG ditetapkan sebesar Rp20 triliun dengan asumsi program subsidi langsung LPG dimulai secara bertahap pada 2017. Diperkirakan, bila penyaluran dibatasi secara penuh, subsidi LPG akan turun menjadi Rp15 triliun.
 
Turunnya angka subsidi dikarenakan berkurangnya jumlah rumah tangga penerima yang semula 54,9 juta rumah tangga menjadi hanya 26 juta rumah tangga ketika LPG 3 kg hanya dinikmati rumah tangga miskin dan 2,3 juta usaha mikro. 
 
Dalam APBN Perubahan 2016, kuota LPG 3 kg ditetapkan sebesar 6,25 juta ton dan pada 2017 ditetapkan 7,096 juta ton. 
 
"Kalau harga begini terus total [subsidi] Rp42 triliun. APBN Rp22 triliun. Kalau harga LPG turun, tentu subsidi turun lagi," ujarnya saat acara Forum Gas Nasional di Jakarta, Rabu (3/5).
 
Oleh karena itu, dia menyebut pihaknya mendorong masyarakat yang lebih mampu untuk menggunakan LPG nonsubsidi. Menurutnya, tahun ini baru dimulai penyiapan infrastruktur. Baru pada 2018 secara efektif program dijalankan bersamaan dengan program dari Kementerian Sosial. dilansir bisnis.
 
Selain kesiapan infrastruktur, untuk melaksanakan distribusi tertutup, perlu dilakukan perubahan dalam Peraturan Presiden No.104/2007 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga LPG. Tujuannya, agar sasaran kebijakan tersebut lebih spesifik. Pada beleid tersebut, penerima subsidi rumah tangga dan usaha mikro. Sementara, agar subsidi tepat sasaran seharusnya diubah menjadi rumah tangga miskin.
 
"Kita mendorong orang yang sudah mampu menggunakan LPG nonsubsidi kan kemudian tahun depan kita baru pakai kartu sosial," katanya. (bis/*).
Share
Berita Terkait
  • 3 tahun lalu

    Gertak? Dirut Pertamina Ancam Tindak Tegas Pangkalan Elpiji Nakal

    NASIONAL, BISNIS, -  Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati meninjau pasokan dan distribusi elpiji 3 kilogram (kg) di wilayah Bali pada Ahad (30/7/2023).

  • 4 tahun lalu

    Sudah pada Tau Belum nih, Harga Gas Elpiji Nonsubsidi dan BBM Nonsubsidi Naik, Ini Besaran Kenaikannya

    NASIONAL, - Manajemen PT Pertamina Patra Niaga memastikan tidak ada kenaikan harga bahan bakar subsidi, pertalite, solar, dan elpiji 3 kg di tengah adanya penyesuaian harga BBM

  • 7 tahun lalu

    Pertamina Tambah Penyaluran Elpiji di sekitaran Pakning Bengkalis

    RIAU, PEKANBARU - Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I menambah penyaluran elpiji subsidi 3 kg di Kabupaten Bengkalis. Sejak awal Mei 2019, sejumlah lebih dari 15.000 ta

  • 9 tahun lalu

    Pertamina Imbau Masyarakat Tidak Panik Beli Elpiji

    NUSANTARA, - PT Pertamina (Persero) Wilayah Kalimantan mengimbau masyarakat tidak panik membeli gas bersubsidi dengan jumlah berlebih karena hanya akan dimanfaatkan oleh sp
  • Komentar
    Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified