• Home
  • Kilas Global
  • Tak Pandang Agama, Ditanya tentang Aksi Israel, Paus Fransiskus Kecam Serangan 'Melampaui Batas Moralitas'
Senin, 30 September 2024 08:36:00

Tak Pandang Agama, Ditanya tentang Aksi Israel, Paus Fransiskus Kecam Serangan 'Melampaui Batas Moralitas'


DUNIA, - Paus Fransiskus, yang ditanya pada hari Ahad tentang serangan udara Israel di Lebanon yang menewaskan pemimpin Hizbullah, Sayyed Hassan Nasrallah dan juga para kombatan, mengecam serangan militer yang menurutnya 'melampaui batas moralitas'.

Dalam penerbangan kembali ke Roma dari Belgia, Paus mengatakan bahwa negara-negara tidak boleh "melampaui batas" dalam menggunakan kekuatan militer mereka. "Bahkan dalam perang pun ada moralitas yang harus dijaga," katanya. "Perang itu tidak bermoral. Tetapi aturan perang memberikannya moralitas."

Menanggapi sebuah pertanyaan selama konferensi pers dalam penerbangan tentang serangan terbaru Israel, paus berusia 87 tahun itu mengatakan: "Pertahanan harus selalu sebanding dengan serangan. Ketika ada sesuatu yang tidak proporsional, Anda melihat kecenderungan untuk mendominasi yang melampaui moralitas."

Paus Fransiskus, sebagai pemimpin 1,4 miliar umat Katolik di dunia, sering kali menyerukan diakhirinya konflik-konflik yang diwarnai kekerasan, namun biasanya berhati-hati dalam bersikap untuk menentukan siapa yang harus disalahkan. Dalam beberapa minggu terakhir, Paus berbicara secara lebih terbuka mengenai tindakan militer Israel dalam perang yang telah berlangsung hampir setahun melawan Hamas.

Pekan lalu, Paus mengatakan bahwa serangan udara Israel di Lebanon "tidak dapat diterima" dan mendesak masyarakat internasional untuk melakukan segala sesuatu yang mungkin untuk menghentikan pertempuran. Dalam sebuah konferensi pers pada 28 September, Paus mengecam kematian anak-anak Palestina dalam serangan Israel di Gaza.

Fransiskus mengatakan pada Minggu bahwa dia berbicara melalui telepon dengan anggota paroki Katolik di Gaza "setiap hari". Dia mengatakan umat paroki memberi tahu dia tentang kondisi di lapangan, dan "juga kekejaman yang terjadi di sana".

REUTERS
Share
Berita Terkait
  • 2 tahun lalu

    Katanya Canggih, Apa Saja Kecanggihan Serangan Iran ke Israel Terungkap, Pakar Sebut Mirip Rusia


  • 3 tahun lalu

    Boikot Mendunia untuk Israel, Warganet Desak Pemerintah Tolak Keras Kapal Dagang Israel Mau Berlabuh di Indonesia

    Malaysia dan Australia juga menolak kapal-kapal Israel berlabuh di pelabuhannya.

    Komentar
  • 1
    Kilas Global  3 hari lalu

    Tokenized Equities Surge 140% in 2026 as New DeFiLlama Research Maps the Market

  • 2
    Kilas Global  7 hari lalu

    VinFast Opens 21 Electric Motorcycle Showrooms in the Philippines, Deepening Its Green Mobility Presence in Southeast Asia

  • 3
    Kilas Global  kemarin

    TP recognized as a Visionary Leader for innovation and growth in Frost & Sullivan's 2026 Frost Radar for Customer Experience Management Services in Asia-Pacific

  • 4
    Kilas Global  4 hari lalu

    2026 World Manufacturing Convention Releases Teaser, Extending a Global Invitation to Innovate Together

  • 5
    Kilas Global  4 hari lalu

    Ingredion Incorporated Reports Second Quarter 2026 Results

  • 6
    Kilas Global  4 hari lalu

    Heartland 66 Accelerates Retail Transformation with the Launch of First-to-Market Korean Trend Zone and edgestreet Concept Space

  • 7
    Kilas Global  5 hari lalu

    Aon Appoints Stephen as CEO for Indonesia

  • 8
    Kilas Global  5 hari lalu

    Urban Decay and Mika Abdalla Ghost the BS With New Ghosting Trio

  • 9
    Kilas Global  3 hari lalu

    Court Unseals Key Evidence in Coventry Filing Showing Abacus Global Management Relied on Short Lapetus Life Expectancy Estimates and Misled Investors

  • 10
    Kilas Global  5 hari lalu

    Curium Announces Definitive Agreement to Merge with Lantheus

  • Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified