- Home
- Kilas Global
- Waspada Tipu-Tipu " Kamar Hanya Tinggal Satu " di Aplikasi Pesan Hotel
Senin, 09 Juli 2018 12:00:00
Waspada Tipu-Tipu " Kamar Hanya Tinggal Satu " di Aplikasi Pesan Hotel
DUNIA, LONDON -- Saat ini, urusan memesan kamar hotel adalah perkara yang mudah. Hanya dengan menggerakkan ujung jari kita dapat memesan kamar hotel lewat aplikasi di ponsel pintar. Kendati banyak menawarkan pilihan harga dan hotel, mereservasi hotel via aplikasi bukan berarti tidak perlu berhati-hati.
Ketika membuka hotel yang ingin dipesan via aplikasi, anda mungkin membaca keterangan bahwa hotel tinggal menyisakan satu kamar lagi. Oleh karena itu, calon pemesan disarankan cepat-cepat memesan agar tak kehabisan. Waspadalah, itu hanya trik pemasaran yang dilakukan demi menggaet konsumen.
Hal tersebut terungkap lewat investigasi selama delapan bulan yang dilakukan lembaga pengawas persaingan usaha di Inggris. The Competition and Markets Authority (CMA) merilis laporan penyelidikannya pada sistem reservasi hotel.
Laporan itu menyebut situs atau aplikasi pemesanan menerapkan yang disebut 'pressure selling' atau penjualan lewat tekanan. Pemesanan daring memunculkan keterangan 'kamar hotel hanya tersisa satu dan jika tidak memesan sekarang maka pembeli harus membayar harga lebih'. Keterangan itu menimbulkan impresi palsu bahwa kamar hotel sedang laris dipesan. Dengan begitu, pengusaha mencoba menekan konsumennya agar cepat-cepat memesan kamar tanpa pikir panjang.
"Orang-orang yang berlibur harus memastikan mereka melakukan pembelian yang tepat, baik itu dalam hal diskon yang dijanjikan atau menerima informasi yang tepat soal ketersediaan kamar hotel," kata Andrea Coscelli, Kepala CMA dilansir di Travel and Leisure.
"Penting untuk memastikan tidak ada satu pihak pun yang merasa ditekan oleh pernyataan yang menyesatkan ketika memesan kamar," imbuhnya.
Investigasi tersebut juga menyimpulkan daftar pencarian hotel oleh konsumen kerap memunculkan hasil yang tidak akurat. Beberapa hotel bisa nangkring di puncak hasil pencarian karena mereka membayar komisi lebih banyak kepada aplikasi pemesanan hotel.
Di lain waktu, aplikasi atau situs pemesanan akan melampirkan harga detik-detik terakhir sehingga harga yang tertera terasa lebih murah. Padahal harga yang tercantum itu bukanlah harga total yang harus dibayar konsumen.
Kendati sudah mengungkap muslihat pemasaran hotel, CMA menolak membeberkan siapa saja yang terlibat dalam permainan tersebut. Mereka mengaku sudah memberikan peringatan langsung kepada yang bersangkutan agar segera menghentikan praktik curangnya demi melindungi hak-hak konsumen.
"Langkah kami selanjutnya adalah mengambil aksi yang penting termasuk menyeret ke ranah hukum jika diperlukan. Itu semua demi menjamin hak konsumen mendapatkan harga yang adil," jelas Coscelli. (*).
sumber: republika.
Share
Berita Terkait
Rhino Federated Computing Named to the 2026 CB Insights' List of the 100 Most Innovative Artificial Intelligence Startups
Bitget Celebrates Blockchain4Youth's 3rd Anniversary with Bitcoin Pizza Day Resume Delivery Campaign
VICTORIA, Seychelles, May 05, 2026 (GLOBE NEWSWIRE) -- Bitget, the world's largest
CCTE Successfully Concludes Thorium Fuel Irradiation, Surpasses 60GWd/MTU Burnup in INL Reactor
CHICAGO, May 05, 2026 (GLOBE NEWSWIRE) -- Clean Core Thorium Energy (CCTE) announced to
Salsify Unveils SalsifyIQ, the First PXM Intelligence Layer Built for Agentic Commerce
Salsify sets the architectural standard for how brands maintain authority and drive gro
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified








