Rabu, 25 Juli 2018 18:17:00

Divestasi Cuma Pencitraan Politik, Ini Jawab Bos Freeport

NASIONAL, - Akuisisi saham PT Freeport Indonesia sebanyak 51% yang dimulai dengan penandatanganan Head of Agreement (HoA) tanggal 12 Juli 2018 disebut pencitraan politik semata.
 
Bagaimana tanggapan PT Freeport Indonesia terhadap pandangan ini?
 
Dijumpai, Direktur Eksekutif PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas menegaskan bahwa perusahaan tidak ikut-ikutan ke ranah politik. "Yang jelas kami anggap ini hal baik untuk dilakukan. Pas timingnya di sini dan kebetulan mendekati pilpres," kata Tony, Selasa (24/7/2018).
 
Ia menjelaskan bahwa sebenarnya proses negosiasi untuk divestasi sudah berlangsung lama. Tony sendiri terlibat dalam proses ini dalam 18 bulan terakhir. "Kami bahkan berharap bisa selesai tahun lalu," katanya. 
 
Menurutnya, kesepakatan awal yang diteken oleh pemerintah yang diwakili Inalum, 12 Juli kemarin merupakan langkah awal. Ke depannya, baik Freeport dan Inalum masih harus menempuh proses seperti penyelesaian perjanjian jual beli dan teknis lainnya. 
 
Freeport sendiri mengingatkan bahwa kesepakatan divestasi merupakan satu dari 4 poin yang disepakati sejak negosiasi Agustus lalu. Adapun 4 poin tersebut adalah; perubahan Kontrak Karya menjadi IUPK (termasuk perpanjangan operasi hingga 2041), pembangunan smelter, divestasi, dan kepastian investasi serta hukum. 
sumber: cnbc
Share
Berita Terkait
  • 7 jam lalu

    CGTN: Dari rakyat, untuk rakyat: Nilai-nilai yang dijunjung dalam Medali 1 Juli

    BEIJING, July 01, 2026 (GLOBE NEWSWIRE) -- CGTN telah menerbitkan sebuah artikel yang m
  • 7 jam lalu

    EBC Financial Group dan Departemen Ekonomi Universitas Oxford Memperpanjang Kemitraan terkait Edukasi Ekonomi untuk Masyarakat

    Kolaborasi selama tiga tahun untuk memperluas akses ke riset ekonomi melalui seri webin
  • Komentar
    Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified