- Home
- Kilas Global
- Menkominfo Buka Suara Soal Isu Petisi Pembekuan Grab
Senin, 22 Oktober 2018 11:44:00
Menkominfo Buka Suara Soal Isu Petisi Pembekuan Grab
NASIONAL, - Para netizen melalui platform media sosial menyuarakan petisi dengan tagline "Banyak Kasus Pelecehan, Pemerintah Bekukan Izin Operasi Grab!".
Petisi ini ditujukan kepada Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, Presiden Joko Widodo, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Jenderal Kapolri Tito Karnavian.
Menanggapi hal tersebut, Rudiantara mengaku belum mengetahui aksi yang dilancarkan para netizen ini dan memilih untuk memantau terlebih dahulu perkembangannya.
"Nanti akan saya cek isunya seperti apa benar atau tidak, saya tidak akan memberikan komentar dari sesuatu yang nanti disebut hoax kan," ujar Rudi di Tzu Chi Center, Ahad (21/10/18).
Dirinya menilai, apabila petisi ini diarahkan seperti yang pernah dilakukan ke platform serupa yakni GoJek, maka tindakan yang biasa dilakukan ialah tindak lanjut yang langsung dilakukan oleh pihak operator.
"Kemarin kan juga seperti itu di GoJek kan rame ya, saya langsung telepon dan mereka langsung melakukan tindakan. Jadi nanti saya akan cek seperti apa dulu," tambahnya.
Sebagai tambahan informasi, para netizen melalui akun change.org membuat petisi pembekuan izin Grab akibat banyaknya rekam jejak kasus pelecehan yang meninmpa para penumpangnya.
Melalui akun tersebut, petisi ini merangkum aksi-aksi pelecehan yang dilakukan oknum driver sejak Maret 2017 hingga 18 Oktober 2018.
"Grab adalah perusahaan asing yang membuka usaha di Indonesia karena melihat pasar luar biasa besar. Mengandalkan harga yang kompetitif masuklah Grab dan bersaing di Indonesia untuk segmen transportasi daring", ujar petisi yang dimulai oleh Dewi Mardianti.
"Namun, kemudahan yang ditawarkan ini menjadi pangkal permasalahan yang oleh Grab dianggap "gampang", tambahnya.
Para netizen menambahkan, kejadian oknum Grab melakukan pencabulan dan pelecehan daftarnya sangat panjang dan tidak pernah ada tindakan serius dari Grab Indonesia sebagai aplikator. Sejumlah kasus dianggap "gampang" tanpa ada tindakan tegas. (cnbc/*).
Share
Berita Terkait
Toblerone Presents " The Ultimate Gift ": The Toblerone Crystal Bar crafted by Swarovski
DNB Goes Live on the nCino Platform to Modernise and Scale Corporate Lending Across International Markets
nCino bringing intelligent lending to life at Norway's largest financial instituti
CGTN: Dari rakyat, untuk rakyat: Nilai-nilai yang dijunjung dalam Medali 1 Juli
BEIJING, July 01, 2026 (GLOBE NEWSWIRE) -- CGTN telah menerbitkan sebuah artikel yang m
EBC Financial Group dan Departemen Ekonomi Universitas Oxford Memperpanjang Kemitraan terkait Edukasi Ekonomi untuk Masyarakat
Kolaborasi selama tiga tahun untuk memperluas akses ke riset ekonomi melalui seri webin
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified










