- Home
- Kilas Global
- Satu Hari Aksi Kemanusiaan di Sirenja, Donggala
Jumat, 19 Oktober 2018 09:04:00
Satu Hari Aksi Kemanusiaan di Sirenja, Donggala
NUSANTARA, - Setengah bulan sudah peristiwa gempa dan tsunami melanda Kabupaten Donggala dan Kota Palu. Selama itu pula masyarakat terdampak gempa berusaha sekuat tenaga untuk bertahan hidup. Kini, hari-hari tanpa listrik, air bersih, dan makanan itu telah berlalu. Namun, kondisi warga belum sepenuhnya pulih.
Menyambangi Kecamatan Sirenja di Kabupaten Donggala, Aksi Cepat Tanggap (ACT) mendistribusikan logistik. Pendistribusian bantuan pada Kamis (11/10) lalu juga disebarengi dengan pelayanan kesehatan dan pelayanan dapur umum. Pagi itu, kegembiraan warga menyambut kedatangan relawan ACT dan kebutuhan logistik yang dibawa.
Tidak tanggung-tanggung, mereka turut membantu relawan membawa sejumlah logistik ke tenda pengungsian dan dapur umum. Ada yang membopongnya langsung dengan tangan, ada juga yang menawari gerobak kayu, yang beroda karet sebesar ban mobil, dan ditarik sapi untuk mengangkut sejumlah karung beras.
Tepatnya di Desa Lompio dan Lende Induk, lebih dari 500 karung beras, telur, air mineral, dan kebutuhan logistik lainnya dibagikan. Bantuan yang diberikan hari itu menjangkau 427 KK. Walaupun begitu, berdasarkan pantauan Koordinator Posko Wilayah Kecamatan Sirenja, Lukman Solehuddin, masih banyak kebutuhan dasar pengungsi yang harus dipenuhi selain stok bahan makanan, antara lain selimut dan terpal.
Lukman melaporkan, ia dan timnya beraksi selama sehari penuh. "Alhamdulillah kegiatan kami berjalan dengan lancar. Tim mulai bergerak dari pagi hingga sore hari, pukul 08.00 sampai dengan 18.00 WITA," jelasnya. Kegiatan hari itu ia lakukan bersama 15 orang relawan lainnya.
"Pelayanan kesehatan (11/10) melayani 198 pengungsi. Dapur umum kami juga memproduksi 100 porsi makan malam," lanjut Lukman.
Pendistribusian logistik, makanan siap santap, hingga pelayanan medis pun berlanjut keesokan harinya, Jumat (12/10). Di hari itu, tim menyambangi Desa Baleng Tuma, Tanjung Padang, Lende Ntovea, dan Tompe di Kecamatan Sirenje. Lukman menjelaskan, aksi di empat desa itu menjangkau lebih dari 2.000 keluarga pengungsi.
Kecamatan Sirenja menjadi salah satu daerah terdampak parah karena lokasinya berdekatan dengan pusat gempa. Berdasarkan pemodelan cepat yang dilakukan Peneliti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada hari gempa terjadi (29/9), Kecamatan Sirenja termasuk salah satu daerah yang mengalami kenaikan tanah 1,5 meter pascagempa. Sementara dii Sirenja, Posko Kemanusiaan ACT berada di Jalan Trans Toli toli, Desa Lompio, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.
Hingga Sabtu (13/10), ACT telah menjangkau sejumlah daerah terdampak bencana di Palu, Donggala, dan Sigi. Lebih lanjut, ACT akan berikhtiar menjangkau daerah terdampak gempa lainnya untuk turut berupaya membantu keadaan Sulawesi Tengah menjadi lebih baik. (*).
Share
Berita Terkait
Toblerone Presents " The Ultimate Gift ": The Toblerone Crystal Bar crafted by Swarovski
DNB Goes Live on the nCino Platform to Modernise and Scale Corporate Lending Across International Markets
nCino bringing intelligent lending to life at Norway's largest financial instituti
CGTN: Dari rakyat, untuk rakyat: Nilai-nilai yang dijunjung dalam Medali 1 Juli
BEIJING, July 01, 2026 (GLOBE NEWSWIRE) -- CGTN telah menerbitkan sebuah artikel yang m
EBC Financial Group dan Departemen Ekonomi Universitas Oxford Memperpanjang Kemitraan terkait Edukasi Ekonomi untuk Masyarakat
Kolaborasi selama tiga tahun untuk memperluas akses ke riset ekonomi melalui seri webin
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified










