Rabu, 06 Juni 2018 00:48:00

Gaji Tetap Guru Saja Tidak Ada, Apalagi THR

ilustrasi

RIAUONE.COM – Kepala SMKN 2 Pariaman, Sumbar, Arrahmi memastikan 12 guru honorer yang mengajar di sekolahnya tidak akan mendapatkan THR (tunjangan hari raya).

”Jangankan THR, gaji tetap saja mereka tidak ada. Sebab sesuai ketentuan Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar yang bisa dibayarkan gaji guru honorer dari dana BOS, khusus mereka yang sebelumnya telah mengantongi SK dari wali kota dan ada amprah gaji terakhir,” jelas Rahmi.

Saat pengelolaan SMA/SMK diambil alih provinsi, tak satupun guru sukarela mendapatkan gaji tetap. Sementara sekolah pun tidak bisa menyiasati karena sekolah tak memiliki anggaran. ”Paling jika guru yang PNS terima THR, mereka secara pribadi memberikan sedikit buat guru sukarela,” bebernya.

Hal serupa diungkapkan Kepala SMAN 1 Pariaman Jaslidar yang memiliki 7 guru sukarela. ”Tidak ada THR untuk guru tersebut karena sekolah tak memiliki dana, apalagi SMAN 1 Pariaman juga tak ada pungutan uang komite,” tambahnya.

Berbeda dengan Pemkab Dharmasraya yang memiliki 97 orang tenaga honorer daerah. Sampai pertengahan pekan kemarin, belum ada kepastian dapat THR atau tidak. Pj Sekkab Dharmasraya Adlisman menyebutkan, dalam rapat internal Senin (28/5) ada keraguan terhadap Perpres yang dikeluarkan pemerintah.

”Dalam Perpres itu diarahkan THR bisa dibayarkan terhadap tenaga honor daerah yang di SK-kan oleh bupati. Sementara dalam tiga tahun terakhir SK tenaga honor itu diubah, yakni di SK-kan langsung oleh masing-masing pimpinan SOPD tempat tenaga honor itu bertugas,” jelasnya.

Di sisi lain, kata dia, berdasarkan informasi melalui grup WA kepala BKD se-Sumbar juga ada arahan dari Kemendagri sekaitan pembayaran THR. ”Jadi kita akan konsultasi dulu, jika memang tidak menyalahi aturan kita akan bayarkan THR,” tegas Adlisman.

Bila setelah konsultasi dengan pemprov tidak ada persoalan, maka Senin (4/6) direncanakan THR tersebut segera dibayarkan. ”Besaran satu bulan gaji, namun rata-rata gaji tenaga honor di atas Rp 2 juta, berdasarkan lama masa kerja dan tingkat pendiddikan,” jelasnya.

Terkait tenaga kebersihan, menurutnya berstatus THL dan kemungkinan THR tidak berikan.

Salah seorang guru honor yang tidak mau disebutkan namanya mengungkapkan, dirinya dan kawan-kawan senasib merasa sedih karena tidak menerima THR. ”Di saat temanteman guru PNS bergembira menerima THR dan gaji-13, kami tidak menerima apa-apa. Sama-sama mengabdi, tapi nasib berbeda,” ungkapnya.

(jpnn)

 

Share
Berita Terkait
  • 19 jam lalu

    Jual Chips Higgh Domino Pria Warga Pematang Tebih Ini Terpaksa Mendekam Tahanan

    Rokan Hulu, RiauOne.Com - SatReskrim Polres Rokan Hulu berhasil mengamankan tersangka kasus dugaan tindak pidana perjudian jenis higgh domino di dusun Bukit Raya Desa Pematang T

  • 4 hari lalu

    Sungguh Bejat Sang Kakek Ini, Tega Mencabuli Cucunya Sendiri Yang Masih Dibawah Umur

    Rokan Hulu, RiauOne.Com - Seorang Kakek yang tinggal di Desa Muara Dilam, Kecamatan Kunto Darussalam tega mencabuli cucunya sendiri yang tinggal satu rumah dengan sang Kakeknya,

  • 4 hari lalu

    Wakil Bupati Rohul Lantik Pengurus Karang Taruna Kabupaten Rokan Hulu Periode 2021-2026

    Rokan hulu, RiauOen.Com - Wakil Bupati Rokan Hulu H. Indra Gunawan melantik Kepengurusan Karang Taruna Kabupaten Rokan Hulu masa bakti 2021-2026 yang dilaksanakan di aula Hotel

  • 5 hari lalu

    Ricuh Antara Kesebelasan PETA Melawan PDKT, Ketua Panitia Diskualifikasi 2 Kesebelasan

    Rokan hulu, RiauOne.Com - Pematang Tebih (PEMTE) Cup 1, pertandingan antara dua kesebelasan Team sepakbola Pemuda Dusun Koto Tinggi (PDKT) melawan Team PETA Dari Dusun Petakakur

  • Komentar
    Copyright © 2012 - 2022 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified