• Home
  • Hukrim
  • Akibat Berita Maraknya Judi Togel, Seorang Wartawan Mengalami Pemukulan dan Diancam Bunuh?
Minggu, 10 Desember 2017 15:34:00

Akibat Berita Maraknya Judi Togel, Seorang Wartawan Mengalami Pemukulan dan Diancam Bunuh?

PELALAWAN, - Pemukulan terhadap wartawan akibat suatu pemberitaan kembali terjadi. Hal ini dialami oleh salah seorang wartawan, Marlon S (50) yang bertugas di Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Riau, Sabtu (09/12/2017) di suatu acara pesta hiburan yang menghadirkan artis ibukota Trio Satahi. 
 
Berdasarkan keterangan yang dikumpulkan riauone.com, kasus pemukulan tersebut diduga berawal dari suatu pemberitaan terkait maraknya kasus perjudian jenis Toto Gelap (Togel) di wilayah Pangkalan Kerinci Pelalawan Riau. 
 
Dalam pemberitaan tersebut Marlon sebagai narasumber menyesalkan masih maraknya judi togel dan tidak adanya tindak lanjut aparat kepolisian memberantas perjudian tersebut, terutama menangkap para bandarnya. 
 
Dalam keterangannya melalui pesan WhatsApp disalah satu grup wartawan Pelalawan, Marlon menjelaskan kronologis kejadiannya bermula saat dirinya menghadiri acara hiburan. 
 
Sedang asyik menonton, tiba-tiba salah seorang yang diduga bandar togel, Pasaribu, langsung memukul dan melontarkan kata-kata "kenapa kau laporkan dan tulis tentang togel, ku bunuh kau," jelasnya. 
 
Beruntung, kejadian pemukulan tersebut tidak sempat berlanjut dan dilerai pengunjung lainnya. Namun Marlon menyesalkan aparat yang saat itu berada dilokasi tidak berusaha mengamankan serta menanyakan motif dari aksi pemukulan tersebut. 
 
"Melihat kejadian yang menimpa saya, sudah seharusnya pihak penegak hukum menindaklanjuti bagaimana kebenaran dan kepastian informasi yang saya tulis di media," ungkap Marlon kesal. 
 
Sementara Itu, Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi Irwan SIK ketika dihubungi melalui sambungan telpon sangat menyayangkan kejadian tersebut. 
 
Bahkan Kapolres berharap kepada korban pemukulan untuk segera melaporkan kejadian tersebut untuk dapat ditindak lanjuti. "Saya prihatin atas apa yang menimpa salah seorang rekan wartawan, karena bagaimanapun aksi pemukulan tidak dibenarkan dalam hukum. Saya berharap kasus ini untuk segera dilaporkan dan saya akan proses pelakunya," katanya. 
 
Disamping itu Kapolres juga berharap kepada siapa saja, terutama wartawan untuk dapat melaporkan kasus-kasus hukum yang berada di wilayahnya kepada penegak hukum. "Pasti akan kita tindak lanjuti laporan masyarakat, apalagi wartawan adalah mitra kepolisian. Karna saya juga ingin penegakan hukum berjalan di wilayah hukum Polres Pelalawan tanpa pandang bulu," tandasnya. (ton).
 
Share
Berita Terkait
  • 4 jam lalu

    Teva to Present at the BofA Securities Health Care Conference

  • 18 jam lalu

    U.S. Department of Energy-Funded Study Supports General Fusion's Fuel Cycle Design

    Peer-reviewed research by General Fusion and Savannah River National Laboratory support
  • Komentar
    Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified