• Home
  • Hukrim
  • Badan Intelijen Negara Sudah Monitor Alat Peretas dari China
Sabtu, 09 Mei 2020 15:05:00

Badan Intelijen Negara Sudah Monitor Alat Peretas dari China

NASIONAL, - Badan Intelijen Negara mengatakan sudah mengetahui soal alat peretas Aria-Bodu yang dibuat oleh grup Naikon APT asal China. BIN mengungkapkan telah melakukan langkah antisipasi dalam menghadapi adanya ancaman teknologi alat peretas tersebut.

"Untuk alat kami sudah tahu dan sudah diantisipasi," ujar Juru Bicara BIN, Wawan Hari Purwanto saat dihubungi Republika.co.id melalui pesan singkat, Jumat (8/5).

Wawan menjelaskan, peralatan yang digunakan untuk mengantisipasi alat peretas tersebut juga terus diperbaharui dari waktu ke waktu. Menurut Wawan, BIN sudah melakukan langkah-langkah pengamanan secara terukur terhadap kerahasiaan negara dari hal yang dia anggap sebagai hal biasa di dunia pengamanan informasi tersebut.

"Karena hal semacam itu biasa terjadi di dunia pengamanan informasi. Kita lakukan perlindungan maksimal terhadap kerahasiaan negara," jelasnya.

Wawan menuturkan, peralatan pengamanan informasi terus berkembang dan BIN terus mengikuti perkembangan tersebut agar dapat melakukan tugasnya dengan baik. Untuk hal-hal yang sangat rahasia, kata dia, tidak disimpan di tempat yang dapat diretas oleh pihak mana pun.

"Kalau di tempat yang bisa diretas pasti itu dokumen yang bukan sebenarnya," ucapnya.

Naikon APT diduga terhubung dengan militer China. Wawan mengatakan, upaya untuk mengonfirmasi hal tersebut ke pemerintah China dapat dilakukan. "Konfirmasi dengan negara lain juga biasa dilakukan," ujarnya.

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan (Kemhan) belum mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai Aria-Body. Kemhan akan mempelajari hal tersebut lebih lanjut untuk menentukan langkah yang akan diambil ke depan.

"Belum ada informasi terkait hal tersebut. Kami pelajari dulu," ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kemhan, Kolonel Kav Ignatius Eko Djoko Purwanto, saat dikonfirmasi. (*).

Share
Berita Terkait
  • 3 tahun lalu

    Merugikan Masyarakat, Satgas Blokir Situs E-Commerce Jombingo

    NASIONAL, - Satuan Tugas Penanganan Kegiatan Usaha Tanpa Izin di Sektor Keuangan memblokir situs PT Bingoby Digital Kreasi atau Jombingo. Situs tersebut dinilai beroperasi tidak

  • 4 tahun lalu

    Ternyata Perang Bintang, Ismail Bolong Akui Pernyataannya di Video Viral Dugaan Suap ke Jenderal Polisi

    NASIONAL, -  Mantan anggota Polri Ismail Bolong mengklarifikasi pernyataannya soal dugaan suap tambang ilegal ke petinggi-petinggi polisi. Dia menyatakan pernyataannya di v

  • 4 tahun lalu

    Gubernur Ansar Kunker Perdana ke Tambelan, Ini Dia Agendanya

    KEPRI, TAMBELAN, - Masih dalam suasana Idul Fitri 1443 H, Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad didampingi Plt. Bupati Bintan Roby Kurniawan dan sejumlah kepala Organisasi Pera

  • 4 tahun lalu

    Korban Binary Option Sebut Ada Indikasi Pencucian Uang, Kerugian Capai Rp 10 M

    BISNIS, - Kasus trading online ilegal berkedok investasi dalam domain binary option masih berlangsung hingga kini. Korban yang tercatat saat ini terus bertambah dengan kerugian

  • Komentar
    Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified