• Home
  • Hukrim
  • Bermula Dari Tawuran Pelajar, Hingga Penyerangan Ke Desa Kertasura, Cirebon
Kamis, 31 Mei 2018 06:50:00

Bermula Dari Tawuran Pelajar, Hingga Penyerangan Ke Desa Kertasura, Cirebon

Gambar Ilustrasi dari Internet
NUSANTARA, RIAUONE.COM - Berawal dari tawuran pelajar antar desa, berujung penyerangan oleh warga dari 2 Desa yaitu warga Desa Suranenggala Kidul dan Warga desa Suranenggala Kulon bergabung menyerang desa Kertasura. Kamis (31/5/2018) sekitar pukul 00:00 WIB.
 
 
Tiga hari yang lalu pelajar dari desa Kertasura dengan Desa Suranenggala terlibat tawuran di perbatasan Desa, Saling lempar batu, Ungkap Nara sumber yang tidak mau disebutkan namanya.
 
 
Keesokan harinya anak dari desa Suranenggala Kidul sedang ngabuburit ke Desa Kapetakan setiba di depan SPBU Kertasura dihadang oleh 5 pemuda dari desa Kertasura.
 
 
Rani (17) pemuda dari desa Suranenggala Kidul dibacok kepalanya pada bagian kanan dekat telinga dan korban pada saat itu dalam keadaan kritis, lalu di larikan ke salah satu Rumah Sakit di Kota Cirebon, untuk mendapat perawatan.
 
 
Pada hari Rabu (30/5/2018) warga Suranenggala mendengar kabar bahwa nyawa korban tidak bisa tertolong lagi, akibat penganiayaan dari 5 orang pemuda Desa Kertasura dan salah satu pelakunya diduga anak Kepala Desa (Kuwu) Desa Kertasura. Yang terkenal dengan sebutan Kampung ular, kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon.
 
 
Kabar meninggalnya Korban menyulut amarah warga dari 2 Desa tersebut dan pada sekitar pukul 00:00 WIB malam Kamis tadi, pemuda dan orang Dewasa ramai ramai menyerang Ke desa Kertasura, beberapa rumah di perbatasan desa jadi luapan amarah warga.
 
 
Namun sebelumnya Ratusan Personil Petugas Keamanan Dari Polresta Cirebon sudah diturunkan terlebih dahulu. Sudah memprediksi bakal ada penyerangan ke Desa Kertasura. Dengan antisipasi dari pihak kepolisian seluruh warga desa Kertasura diungsikan terlebih dahulu sebelum ada penyerangan menghindari bentrokan antar warga.
 
 
Serangan warga berhasil dihalau oleh pihak Kepolisian dari Polresta Cirebon dan sempat terdengar beberapa kali bunyi letusan Senjata Api, jelas salah seorang warga yang  tinggal di perbatasan desa Kertasura tersebut.
 
 
Hingga Pukul 03:00 WIB polisi terus berpatroli ke desa Suranenggala dan memerintahkan semua warga yang masih berkumpul diluar diharapkan masuk kerumahnya masing masing.
 
 
Menurut Nara sumber terlihat orang banyak membawa senjata tajam berseliweran di depan rumahnya menuju desa Kertasura, hingga dirinya merasa takut dan mengungsi ke Desa Suranenggala Lor. Begitu juga pada saat menyaksikan tawuran pelajar tersebut pas didepan rumah kontrakannya. 
 
 
Diprediksi warga dari desa Suranenggala akan melakukan serangan balik setelah polisi tidak menjaga, karena belum puas, dan sempay terdengar kata kata "Nyawa harus dibayar nyawa".
 
 
Dikabarkan tersangka pelaku pengeroyokan sudah diamankan 2 orang olehnya pihak kepolisian dan yang 3 orang sudah melarikan diri.***(SUR)
 
Share
Berita Terkait
  • 10 tahun lalu

    Di Duga Hendak Tawuran, Belasan Preman Bersenjata Tajam Digiring Polisi

    RIAUONE.COM, TEMBILAHAN, ROC – Petugas Kepolisian Resor (Polres) Indragiri Hilir (Inhil) menggiring sebanyak 17 preman yang diduga hendak melakukan tawuran karena ked
  • Komentar
    Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified