Kamis, 28 September 2017 09:10:00
Dirut Allianz Dijadikan Tersangka karena Tolak Klaim Rp16 Juta
NUSANTARA, - Direktur Utama PT Asuransi Allianz Life Indonesia Joachim Wessling dan Manajer Klaim PT Allianz Yuliana Firmansyah ditetapkan sebagai tersangka terkait UU Perlindungan Konsumen.
Petinggi Allianz itu ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menolak mencairkan asuransi cash claim nasabah Ifranius Al Gadri sebesar Rp16 juta.
Pengacara pelapor, Alvin Lim, mengatakan kliennya awalnya ditawari oleh agen Allianz untuk membuka asuransi di Allianz. Korban adalah seorang pengusaha ponsel yang memiliki omzet miliaran rupiah per tahun.
"Klien saya ditawari asuransi, dipaksa-paksa, akhirnya mau dia. Kemudian dia beli dua polis, satu yang preminya Rp 600 ribu, kemudian satu lagi preminya Rp 2 jutaan. Itu asuransi kesehatan dua-duanya," jelas Alvin, Rabu (27/9/2017).
Baca juga: Diduga Tak Cairkan Klaim Nasabah, Dirut Allianz Jadi Tersangka
Di kemudian hari, korban kemudian menutup polis yang preminya Rp 2 juta. Selanjutnya korban hanya menggunakan asuransi yang preminya Rp 600 ribu per bulan.
Suatu saat, korban jatuh sakit. Pada mulanya, klaim asuransi berjalan lancar. Hingga kemudian pada 2016, korban jatuh sakit sehingga harus dirawat inap. Korban dua kali menjalani rawat inap di dua rumah sakit berbeda.
"Terus sakit kedua keracunan makanan, masuk rumah sakir. Klaim kedua ini tidak dibayarkan. Allianz minta surat klarifikasi dan itu harus dipenuhi selama dua minggu persyaratan itu. Padahal itu tidak tertulis di buku polis itu," jelasnya.
Menurut Alvin, Allianz sudah mempunyai unsur penipuan karena mempersyaratkan rekam medis kepada nasabah yang mau mencairkan cash claim. Padahal sudah jelas-jelas rekam medis itu sifatnya rahasia dan tidak bisa sembarangan dikeluarkan.
"Salah satu persyaratannya buku rekam medis, buku dokter yang tebal, yang menerangkan detail misalnya sehari korban BAB berapa kali. Itu kan tidak bisa dikeluarkan, kecuali atas perintah pengadilan atau pihak kepolisian," paparnya.
Menurut Alvin lagi, persyaratan rekam medis ini dijadikan modus oleh Allianz agar bisa menolak pencairan klaim asuransi para nasabah.
"Modus ini dijalankan dua tahun lalu. Kalau ada kasus seperti ini, dia cairkan setengahnya, kemudian nasabah dipaksa tutup polis," sambungnya.
Dikatakan, pelapor juga sudah melakukan somasi kepada pihak Allianz selama mengurus pencairan asuransinya itu. Tapi pihak Allianz tidak punya iktikad baik untuk menyelesaikan masalah tersebut.
"Saat kami datang, malah manajernya nantang, 'Kalau mau lapor polisi, lapor saja.' Malah klien saya (pelapor) dimaki-maki, 'Kamu bisa baca tidak? Kan di situ sudah tertulis.' Dia tidak memberikan solusi, pokoknya tetap meminta rekam medis, padahal itu salah satu syarat yang tidak mungkin bisa dipenuhi," jelasnya.
Atas hal ini, korban merasa dirugikan. "Jadi itu kan cash claim, jadi satu hari dirawat (ditanggung asuransi) Rp 1,5 juta. Totalnya dirawat 11 hari, dua kali rawat itu Rp 16 juta," tuturnya. (dtc/*).
Share
Berita Terkait
Allianz: Asia Pacific remains top shipping loss region despite lowest loss figures globally this century
Safety and Shipping Review 2019: Asia Pacific waters remain top shipping loss region, led by South China, Indochina, Indonesia and PhilippinesWhile total losses have
Allianz Risk Barometer 2019: Business interruption and cyber still top risks amongst South Korea companies
8th annual survey on top business risks sees record participation of 2,415 experts from 86 countries, including South Korea
Business interruption is top risk again, followed
Fires and explosions cause largest losses for business globally, Asia Pacific accounts for 17% (EUR10bn) of total value of claims worldwide: Allianz
Analysis of over 470,000 global insurance claims from 2013 to 2018. Largest financial losses come from fires/explosions and aviation incidents
Majority of corporate insurance
Allianz: Shipping losses in Asia buck global trends and continues to rise, making it top region worldwide for major shipping incidents over last decade.
Safety & Shipping Review 2018: Globally 94 large ships lost in 2017, down by more than a third over 10 years. Bad weather involved in 1 in 4 losses. Asia top global los
Komentar








