Sabtu, 06 Mei 2017 19:03:00
Kapolda Riau : Kita Proses Pungli di Sialang Bungkuk, Sebaiknya ada Yang Lapor.
PEKANBARU -Kapolda Riau, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menyikapi banyaknya dugaan pungli dilapas sialang bungkuk, Kapolda Riau akan memproses secara hukum atas kasus tersebut, namun tentunya ada laporan dari pihak napi tegas Kapolda kepada riauone.com, Sabtu,06/5/17 .
Kapolda Riau meminta masyarakat melaporkan, Kapolda juga sudah mendapat laporan dari para napi juga menuntut agar Pungli dihilangkan dilapas, kalau ada yang mau melapor akan kita proses ujar Kapolda Riau.
"Saya juga dapat info seperti itu saat ada keributan kemaren dan sesuai dengan tuntutan para napi bahwa agar hilangkan pungli tersebut, Komentar saya ada baiknya jika ada yang mau melapor kita proses" kata Kapolda dalam pesan WA nya.
Sebagaimana Larinya sekitar ratusan tahanan di Lapas Sialang Bungkuk Jalan Hang Tuah ujung Kota Pekanbaru, Riau Jumat siang (5/5/2017) sekitar pukul 12.30 WB disebabkan karena buruknya pelayanan di dalam Lapas tersebut.
Menurut para napi yang sudah berhasil ditangkap dan keterangan keluarga napi kepada wartawan mengeluhkan buruknya pelayanan di dalam lapas Pekanbaru ini. Misalnya saja masalah air minum harus beli, seharusnya disediakan lapas. Demikian juga kondisi di dalam lapas yang panas membuat gerah para tahanan. Apalagi Kota Pekanbaru memnag kota panas matahari berada di atas kepala di atas garis khatuliswa.
Keluarga Korban Beberkan Kebobrokan LP
Kebobrokan pelayanan terhadap narapidana di lembaga pemasyarakatan Sialang Bungkuk Pekanbaru Riau bukanlah menjadi rahasia umum,
Perlakuan tak manusiawi, serta, iyuran untuk mengambil kamar tidur serta, pungutan liar lainnya terjadi di LP Sialang Bungkuk Pekanbaru.
Berdasarkan rekaman vidio yang redaksi terima bahwa, keluarga Narapidana menceritakan yang dialami keluarga mereka didalam tahanan, mulai iuran sampai tidur di WC, berdiri dan ditambah lagi bayar uang makan .
"Kamar dibayar, tidur seperti Ikan Asin, kalau tidak bayar tidur di wc dan memang tidak manusiawi, katanya lembaga pembinaan untuk membina agar lebih baik, tapi apala yang didapatkan mereka mau membinasakan ujar keluar korban berapi api"
Kami ini orang miskin, kami membiayai anak anak kami empat sampai lima orang, kemudian membiayai suami dipenjarah lagi. Tolonglah kami pak Jokowi ujar kelurga Napi ini.
Bayar kamar ada lima juta, tiga juta, kalau tidak tidur seperti ikan rebus dan tidur jongkok di wc, rumah membinasakan ini mungkin ujar keluarga Napi.
Disisi lain makan dua sendok makan tampa ikan, bahkan bayar lagi uang mingguan sepuluh ribu, uang air dan uang uang lainnya.
Disisi lain napi kalau mau bertemu keluarga dijam bezuk, setiap pintu bayar lagi, banyak lagi kebobrokan yang terjadi di lp sialang bungkuk.
Membuktikan ini, redaksi riauone mencoba menelusuri dan melakukan investigasi, untuk bagi tahanan yang ingin makan pakai ikan ia harus mengeluarkan anggaran untuk membeli sendiri, bahkan kalau mau nelpon menggunakan jasa telpon sipir dipenjarah dengan membayar tiga puluh ribu, disisi lain para napi yng mau bebas bahkan harus mengeluarkan biaya untuk pelicin cuti bersyarat dan banyak lagi.
Permainan hukum ini mulai di pengadilan ketika hendak melakukan putusan keluarga terpidana harus mengeluarkan uang untuk untuk meringankan hukuman, tergantung uang yang dikeluarkan kalau uangnya banyak maka putusan akan lebih ringan ujar salah seorang Napj. (tim/4bu)
Share
Komentar






