Sabtu, 13 Februari 2016 06:47:00
Polisi di Pekanbaru Salah Tangkap Pengedar Narkoba
PEKANBARU, RIAU, - Lucky (34), warga Komplek Perumahan Kuantan Regency, Pekanbaru tak menyangka akan menjadi korban salah tangkap oleh tim Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru saat baru saja keluar rumahnya mengendarai mobil Mitsubishi Mirage warna putih, Kamis (11/02/16) malam. Insiden itu bermula ketika polisi baru saja menangkap seorang pengedar narkoba di sekitar komplek kediaman Lucky.
Ketika dihubungi melalui sambungan telpon, Lucky menjelaskan saat insiden salah tangkap itu dirinya sempat mengira sedang dirampok karena diberhentikan oleh beberapa orang yang tak dikenalnya. Namun sesaat kemudian orang yang memberhentikannya itu ternyata polisi dari Sat Res Narkoba Polresta Pekanbaru.
"Saya diberhentikan dan digeledah. Saya kira awalnya saya dirampok. Tapi yang memberhentikan mobil saya ternyata polisi. Malam itu mereka (polisi) baru menangkap seorang pengedar narkoba," katanya, Jum'at (12/02/16).
Disinggung mengenai ada tidaknya perlakuan kasar terhadap dirinya, Lucky membantahnya. Hanya saja, di malam salah tangkap tersebut, celana jeans yang dipakainya sedikit mengalami robek dan lututnya agak memar sewaktu disuruh tiarap oleh polisi.
"Saya nggak dikasari, nggak ada dipukul, diborgol ataupun diinjak. Waktu kejadian di komplek (Perum Kuantan Regency) itu, tersangka memang sudah tertangkap duluan. Saya juga sudah dibawa dan dikonfrontir (dipertemukan) dengan tersangka. Saya nggak kenal sama dia (tersangka) dan dia juga nggak kenal sama saya. Sewaktu dikonfrontir itulah tersangka bilang kalau bosnya pakai Yaris putih. Tapi malam itu mobil yang saya kendarai Mitsubishi Mirage warna putih. Mungkin karena itu polisi jadi salah tangkap" bebernya panjang lebar.
Begitu polisi tahu bahwa mereka ternyata salah tangkap, barulah Lucky dilepaskan lagi. Atas insiden itu, Lucky pun mengaku kecewa karena menjadi korban salah tangkap. Hanya saja ia berjanji tidak akan memperpanjang masalah itu dengan harapan polisi bisa memulihkan nama baiknya, terutama di lingkungan tempat tinggalnya.
"Setelah dilepaskan, saya juga dibawa oleh pak Iwan (Kasat Narkoba Polresta Pekanbaru) ke ke RS Bhayangkara. Beliau yang memimpin penangkapan malam itu. Beliau sudah minta maaf secara langsung. Saya nggak akan memperpanjang masalah ini, tapi saya cuma minta beliau bisa membersihkan nama baik saya bahwa saya bukan pengedar ataupun gembong narkoba," sebutnya.
Kasat Res Narkoba Sampaikan Permintaan Maaf
Terpisah, Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru, Komisaris Polisi Iwan Lesmana Riza membenarkan insiden salah tangkap tersebut saat melakukan giat Ops Antik 2016 di Perumahan Kuantan Regency. Ketika dikonfirmasi, Iwan pun mengakui jika kesalahan timnya saat itu adalah kurangnya ketelitian sewaktu membedakan mobil Toyota Yaris putih yang merupakan mobil bos tersangka dengan Mitsubishi Mirage putih yang dikendarai Lucky.
"Situasi di TKP malam itu gelap karena tidak ada penerangan. Jadi mobil Mirage putih itu mirip dengan Yaris putih yang disebut-sebut oleh tersangka sebagai mobil bosnya. Secara pribadi dan institusi, kita dari kepolisian sudah sampai permintaan maaf kepada yang bersangkutan. Saya juga sudah membawanya ke RS Bhayangkara," pungkasnya. (rtc/*).
Share
Berita Terkait
Naudzubillah, Polisi di Gerobogan ini Salah Tangkap, Pencari Bekicot di Aniaya di Paksa Ngaku
NASIONAL, HUKRIM, - Propam Polres Grobogan tengah memeriksa an
Polisi Pekanbaru ini Raih Gelar Doktor Hukum
PEKANBARU, NUSANTARA, - Brigadir Kepala (Bripka) Rudi Pardede ini anggota Polresta Pekanbaru. Walau bukan jebolan Akademi Kepolisian (Akpol), Rudi dapat menunjukkan prestas
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified









