Minggu, 24 Februari 2019 02:58:00
Sadis..!! Seorang Istri di Pelalawan Tega Gorok Leher Suami Hingga Nyaris Putus
Pelalawan - Sadis..!!! Kata itulah yang tepat diberikan kepada seorang istri yang dengan teganya menggorok leher suami ketika sedang terlelap tidur.
Peristiwa tersebut terjadi pada hari Jumat (22/02/2019) di Perumahan divisi IV PT MAL I Desa Pangkalan Panduk Kecamatan Kerumutan Kabupaten Pelalawan Riau.
Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi Irwan melalui Paur Humas Ipda Leon Sitanggang membenarkan peristiwa tersebut. Paur Humas mengatakan peristiwa tersebut berawal dari laporan masyarakat bahwa telah ditemukan mayat seorang laki-laki (NA) dengan kondisi nyaris putus.
Atas laporan tersebut, Kapolsek beserta anggota dan Dokter dari Puskemas Kerumutan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan lokasi serta barang bukti.
Di lokasi TKP, petugas mendapati korban dalam keadaan terlentang dengan 2 luka dibagian leher sebelah kiri serta pisau dapur warna coklat di dekat leher korban. Dikamar mandi dan disekitar rumah korban juga ditemui sarung bantal serta bantal dengan bercak darah.
"Dari informasi awal, didapat keterangan dari istri korban (RO) kalau ia dan korban terlibat pertengkaran. Saat bertengkar korban mengambil pisau dan mengarahkan pisau tersebut kearahnya untuk ditusuk, namun saat itu ia mengelak dengan cara menangkis sehingga mengenai leher suaminya", beber Paur Humas.
Namun melihat bekas luka yg ada pada korban sebanyak dua luka, timbul kecurigaan, dan tidak mungkin akibat tangkisan. Akhirnya petugas Polsek Kerumutan melakukan interogasi terhadap istri korban di salah satu rumah yang sengaja dikosongkan.
"Akhirnya setelah kita lakukan interogasi, istri korban mengakui kalau ia yang telah membunuh suaminya dengan cara menggorok disaat korban sedang terlelap tidur", ujar Ipda Leon Sitanggang.
Saat ini pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Polsek Kerumutan.
"Dari keterangan pelaku, pembunuhan ini dilakukan karena merasa dendam terhadap korban karena isterinya sering disalahkan, sering diancam akan dibunuh, serta sering melakukan cabul dan mencoba untuk memperkosa anak kandung", tandasnya.(tons)









