• Home
  • Hukrim
  • Usut Kasus Penembakan Mobil di Sumsesl, Mabes Polri Turunkan Sejumlah Anggota
Rabu, 19 April 2017 20:34:00

Usut Kasus Penembakan Mobil di Sumsesl, Mabes Polri Turunkan Sejumlah Anggota

JAKARTA, - Polisi terus mendalami insiden penembakan satu keluarga di dalam mobil oleh anggota Polres Lubuk Linggau, Sumatera Selatan. Bahkan, Mabes Polri juga turun tangan dan menurunkan tim dari Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) dan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri untuk mengusut kasus tersebut. 
 
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto mengatakan, sejumlah anggota dari Mabes Polri telah dikirim ke Sumatera Selatan guna mendalami peristiwa itu.
 
"Tim dari Mabes sudah turun hari ini untuk pendalaman," ujar Rikwanto di Jakarta, Rabu (19/4/2017).
 
Dia menambahkan, anggota polisi yang diduga terlibat dalam insiden itu juga akan diperiksa. Termasuk tentang keputusan anggota yang menembak mobil.
 
"Pendalam terhadap peristiwanya dan keputusan melakukan tindakan yang dilakukan oleh anggota yang mengejar kemudian menembak," tuturnya.
 
Adapun insiden tersebut bermula saat rombongan dalam mobil tersebut melintasi pertigaan Jalan Fatmawati, Kecamatan Lubuk Linggau Timur 1, Kabupaten Lubuk Linggau, pada Selasa pagi, 18 April 2017, sekitar pukul 10.00 WIB. Ketika itu sedang digelar razia Cipta Kondisi gabungan Polres dan Polsek Lubuk Linggau.
 
Razia dipimpin langsung Kapolsek Lubuk Linggau Timur AKP M. Ismail dan Kanit PAM Obvit Sat Sabhara Polres Lubuk Linggau Ipda Fransisko Yosef. Sekitar pukul 11.30 WIB, mobil Honda City Nopol BG 1488 ON dengan enam penumpang melewati kawasan razia. Diduga takut diperiksa petugas kepolisian, sopir mobil itu malah berusaha menabrak salah seorang polisi yang sedang mendekati mobilnya.
 
Petugas lalu berusaha mengejar mobil tersebut dengan mengendarai Mitsubishi Kuda Patroli Lantas. Saat berada di Jalan Sultan Mahmud Badaruddin II, Kelurahan Margamulya Lubuk Linggau, salah satu petugas langsung memberondong mobil berwarna hitam tersebut dengan sepuluh kali tembakan. Setelah dihujani timah panas, mobil tersebut berhenti.
 
Para polisi langsung  turun melihat kondisi para penumpang di dalam mobil. Mereka melihat terdapat enam penumpang terkena tembakan. Penumpang yang terkena peluru tembakan polisi tersebut adalah Novianti (30), warga Kelurahan Karya Bakti Kecamatan Lubuklinggau Timur I terkena tembakan di pundak kanan, Diki (30) yang bertugas sebagai sopir tertembak di bagian perut kiri dan Genta (2), anak Novianti, tertembak di kepala bagian samping kiri. Lalu, Dewi Herlina (40) yang merupakan kakak kandung Novianti tertembak di bahu kiri atas dan Indra (33), adik kandung Dewi Herlina terkena tembakan di leher bagian depan.
 
Satu penumpang lainnya atas nama Galih (6), tidak mengalami luka apapun. Kondisi terparah dialami Surini (54), warga Dusun 4 Desa Blitar Muka, Bengkulu, yang merupakan ibu kandung dari Novianti yang meninggal di tempat dengan tiga tembakanyang menghantam bagian dadanya. (jpg/roc).
 
Share
Berita Terkait