Minggu, 27 November 2016 18:46:00
Elit Polri Diminta untuk tidak Membuat Kegaduhan
Kasus Penistaan Agama dan Rush Money
JAKARTA, - Elit-elit Polri diminta untuk tidak membuat kegaduhan yang bisa menciptakan kebencian masyarakat pada Korps Bhayangkara, sekaligus menciptakan konflik antara masyarakat dengan aparatur polri di bawah. Hal itu dikatakan oleh Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane.
Penindakan terhadap orang yang disebut sebagai penyebar isu SARA seperti Buni Yani, dan Abu Uwais yang menjadi tersangka penyebaran isu rush money, kata Neta, telah menjadi teror baru buat masyarakat.
Sedangkan yang menjadi awal mula permasalahan, yaitu tersangka dugaan penistaan agama Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, kata dia, malah tidak ditangkap. “Sementara biang keladinya penistaan agama gak ditangkap dan malah cenderung diistimewakan,” katanya di Jakarta, Sabtu (26/11/2016).
Neta menyatakan, Ahok-lah yang seharusnya ditangkap. Sebab, jika tidak, kata dia, masyarakat seolah diperlihatkan betapa polisi berpihak kepada mantan bupati Belitung Timur tersebut. “Jauh dari rasa keadilan masyarakat,” tukasnya.
Di sisi lain, Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga diingatkan akan aksi-aksi jajaran di bawahnya. Neta mengataka, bisa saja jajaran di bawah Tito sedang mencari muka kepada presiden dengan mengorbankan institusi Polri maupun Kapolri. “Saya melihat penangkapan demi penangkapan itu bukan karena perintah Tito sebagai Kapolri, tapi karena ulah oknum-oknum yang mencari muka ke presiden,” pungkasnya.
“Tito harus hati-hati karena sikap jajaran di bawahnya ini bisa merusak institusi polri maupun Tito sendiri sebagai kapolri,” imbuhnya. (rp).
Share
Berita Terkait
Google Cloud Security Menggunakan Platform Instruqt untuk Melatih Lebih dari 150 Praktisi tentang AI Agentik pada Google Next 2026
Rainforest Tea Culture from Wuzhishan, China, Debuts in Rome
Antichi Cammini d'Italia: an integrated initiative to enhance five major pilgrimage routes through Lazio
Octave Intelligence Plc Listed on Nasdaq Stockholm
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified






