• Home
  • Nusantara
  • Gara-gara kekhawatiran Pengusaha? Kemendag batalkan HET Beras Rp 9.000/Kg
Jumat, 28 Juli 2017 18:05:00

Gara-gara kekhawatiran Pengusaha? Kemendag batalkan HET Beras Rp 9.000/Kg

 
 
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita, mengatakan kekhawatiran pengusaha beras menjadi pemicu utama Kemendag membatalkan aturan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras sebesar Rp 9.000 per kilogram, Jumat (28/7/2017). 
 
"Ada kekhawatiran dari para pengusaha beras mengenai HET. Sehingga ada penurunan pasokan beras yang masuk ke pasar ini," ujar Enggartiasto di kantor PT Food Station Tjipinang Jaya, Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur. 
 
Menteri berambut putih ini memaparkan sejumlah angka pasokan beras yang menurun akibat kekhawatiran pengusaha beras.
 
Biasanya, beras yang masuk ke dalam Pasar Induk Beras Cipinang rata-rata mencapai 3.000 ton per hari. Namun, seminggu terakhir terjadi penurunan hingga 1.800 ton per hari.
 
Karenanya, Enggartiasto membatalkan Permendag Nomor 47 Tahun 2017, dan kembali pada Permendag Nomor 27 Tahun 2017.
 
Ia berharap hal ini akan mengamalkan kembali perdagangan beras serta pasokan yang masuk ke pasar.
 
"Jadi tidak usah resah. Jangan ada kekhawatiran. Lakukan perdagangan dengan normal seperti yang lalu," ujarnya kepada Tribunnews.com. 
 
Sebelumnya diberitakan jika Kemendag sempat menandatangani Permendag Nomor 47 Tahun 2017, Tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen.
Permendag tersebut mengatur harga pembelian beras di level konsumen sebesar Rp 9.000 per kilogram, baik itu beras medium dan premium.
 
Namun hal itu justru memicu penurunan pasokan beras di pasar seperti di Pasar Induk Beras Cipinang, sehingga Permendag yang belum di undangkan tersebut tak jadi digunakan. (trb).
 
Share
Berita Terkait
  • 3 jam lalu

    Aspire Secures Securities and Asset Management Licences from Hong Kong's Securities and Futures Commission

    Regulatory milestone paves the way for launch of Aspire Yield, enabling businesses to e
  • 3 jam lalu

    New Research from ST Telemedia Global Data Centres Reveals Asia's AI Ambitions Hampered by Infrastructure and Talent Gaps

    Singapore leads the region in maturity but faces critical scaling bottlenecks.
  • 3 jam lalu

    Huawei Cloud Introduces Token Service in Asia Pacific

    JAKARTA, INDONESIA - Media OutReach Newswire - 15 April 2026 - Huawei Cloud AI Boost Da
  • 3 jam lalu

    AI Compute, Simplified: ST Telemedia Global Data Centres and SuperX Debut AI Innovation Centre in Singapore

    Strategic partnership combines STT GDC's resilient infrastructure with SuperX AI o
  • Komentar
    Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified