Sabtu, 19 November 2016 10:15:00
Wadir Krimsus Polda Riau ditarik, Kapolda : Ada kaitan dengan SP3 15 Perusahaan
PEKANBARU - Keluarnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) 15 perusahaan biang asap kembali memakan 'korban' di tubuh Kepolisia Daerah (Polda) Riau. Jika sebelumnya Brigjen Pol Supriyanto dicopot diduga terkait perkara yang mencuri perhatian bersama beberapa perwira lainnya, kali ini AKBP Ari Rahman Navarin mendapat gilirian.
Mantan Kapolres Pelalawan itu dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau. Dia dinonjobkan dan dipindah ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri sebagai Pamen.
Kapolda Riau Brigjen Pol Zulkarnain dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Pria yang sebentar lagi menyandang bintang dua ini menyebut perpindahan AKBP Ari ke Bareskrim dengan istilah 'bangku panjang'.
"Wadir (Krimsus) ditarik. Nah itu tentu ada hubungan (dengan SP3). Nonjob istilahnya , di bangku panjang," ujar mantan Kapolda Maluku Utara ini, Jumat (18/11/2016).
Zulkarnain menyebut, AKBP Ary digantikan oleh AKBP M Edy Faryadi. Ia sebelumnya menjabat sebagai Kasubbaglatopsnal, Bagrenopsnal Robinopsnal Bareskrim Polri.
Sekedar informasi, sejak SP3 15 perusahaan mencuat dan menjadi perdebatan, AKBP Ari Rahman Navarin selalu tampil memberi penjelasan. Dia diduga tahu seluk beluk penyidikan perusahaan pembakar lahan dari awal hingga akhir.
Bahkan dalam rapat dengar pendapat antara jajaran Polda dan Panitia Kerja (Panja) Komisi III DPR RI, penyidikan hingga keluarnya SP3 ditanyakan kepada Ari Rachman.
Yang menjadi pertanyaan adalah naiknya status penyidikan perusahaan pembakar lahan tanpa disertai tersangka. Kemudian, Polda Riau tidak mengirimkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) 15 perusahaan kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.
Sebelumnya, sejumlah perwira di Polda dipromosikan dan dimutasi seiring naiknya tipe ke A. Salah satu yang juga diganti adalah Kombes Toni Hermawan yang saat ini menjabat Kapolresta Pekanbaru. Dia juga ditarik ke Mabes sebagai Akreditor Utama Rowabprof Divpropam Polri.
Posisinya digantikan oleh Kombes Pol Susanto. Ia sebelumnya menjabat sebagai Auditor Itwil II Itwasum Polri. Toni sendiri tidak sampai setahun menjabat sebagai Kapolresta Pekanbaru.
Mutasi ini kemudian dihubung-hubungkan dengan beredarnya foto kongko-kongko sejumlah perwira Polda, termasuk Toni, dengan bos perusahaan yang lahannya tengah terbakar dan diselidiki kepolisian.
Hanya saja, hal ini dibantah Brigjen Pol Zulkarnain Adinegara. Dia menegaskan mutasi Tony tidak ada kaitannya dengan foto tersebut, dan menyebut Toni justru mendapat promosi jabatan dengan perpindahannya.
"Gak ada ya. Dalam rangka promosi ke Mabes Polri saya kira tidak ada (kaitannya dengan foto bersama petinggi perusahaan perkebunan)," tegas Kapolda. (frc/int).
Share
Berita Terkait
Google Cloud Security Menggunakan Platform Instruqt untuk Melatih Lebih dari 150 Praktisi tentang AI Agentik pada Google Next 2026
Rainforest Tea Culture from Wuzhishan, China, Debuts in Rome
Antichi Cammini d'Italia: an integrated initiative to enhance five major pilgrimage routes through Lazio
Octave Intelligence Plc Listed on Nasdaq Stockholm
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified






