• Home
  • Opini-Tokoh
  • Ini Bos Batu Bara, Berikut Profil Raja Batu Bara Low Tuck Kwong, Orang Terkaya Kedua di Indonesia 2022 versi Forbes
Kamis, 15 Desember 2022 18:11:00

Ini Bos Batu Bara, Berikut Profil Raja Batu Bara Low Tuck Kwong, Orang Terkaya Kedua di Indonesia 2022 versi Forbes

NASIONAL, BISNIS, - Nama Low Tuck Kwong menjadi sorotan setelah dinobatkan sebagai orang nomor dua terkaya di Indonesia 2022 versi Forbes. Dikutip dari Forbes, kekayaan bersih Low diperkirakan mencapai 18,2 miliar dollar AS. Sebagian besar berasal dari bisnis batu bara. Siapa sebenarnya Low Tuck Kwong?

Profil Low Tuck Kwong

Pria kelahiran 17 April 1948 itu sering dijuluki sebagai raja batu bara di Indonesia. Sejak usia 20 tahun, Low sudah bekerja di perusahaan konstruksi bangunan milik ayahnya, David Low Yi Ngo, yang merupakan pemilik dan direktur dari perusahaan konstruksi di Singapura.

Kemudian ia mencoba peruntungan lebih besar untuk pindah ke Indonesia pada 1972. Selanjutnya ia mencoba mendirikan PT Jaya Sumpiles Indonesia (JSI) sebagai kontraktor pekerjaan tanah, pekerjaan sipil, dan struktur kelautan. Selain itu JSI menjadi pelopor konstruksi pondasi tumpuk atau disebut pile foundation.

Pada 1988, JSI mulai membuka sayapnya ke bisnis penambangan batu bara dan menjadi kontraktor tambang terkemuka. Memang Low mendapatkan perkembangan cukup pesat dalam bidang kontraktor, namun sumber kekayaannya datang setelah membeli tambang pertamanya pada1997.

Dikutip dari bayan.com.sg, tambang tersebut dibelinya melalui PT Gunungbayan Pratamacoal. Kini lebih dikenal dengan Bayan Resources, perusahaan yang bergerak sebagai inovator dalam industri pertambangan batu bara Indonesia. Perusahaan ini terus mencari metodologi dan teknologi baru untuk menjadi produsen dengan biaya terendah di Indonesia.

Selanjutnya Bayan Resource yang didirikannya tersebut go public pada 2008. Di bawah kepemimpinannya, perusahaan ini telah memiliki berbagai infrastruktur terkemuka melalui kepemilikan Terminal batu bara Balikpapan, Dermaga Perkasa dan Wahana, serta dua Floating Transfer Barges (KFT's).

Fasilitas yang dimiliki Bayan Group mampu menimbun batu bara dan memuat ke kapal dengan kecepatan berkisar antara 3.000-8.000 ton per jam. Dengan demikian, mereka dapat memberikan fleksibilitas dan penghematan dalam penggunaan kapal yang digunakan secara berlebihan. Hingga saat ini, luas konsesi cadangan pertambangannya mencapai 126.293 hektare di Kalimantan Timur dan Selatan.

Selain itu, Low juga memegang jabatan penting di perusahaan energi terbarukan Singapura Metis Energy serta memiliki kepentingan di The Farrer Park Company, Samindo Resources, dan Voksel Electric. Adapun dukungannya terhadap SEAX Global dengan membangun sistem kabel laut bawah laut untuk konektivitas internet yang menghubungkan Singapura, Indonesia, dan Malaysia.

Terlepas dari sisi bisnisnya, Low melimpahkan dana untuk membuat Kebun Binatang Gunung Bayan. Dikutip dari Tatler Asia, kebun binatang tersebut dibangun untuk menampung hewan liar dengan spesies eksotis yang tergusur akibat aktivitas dekat penambangan batu baranya.

Selain memerhatikan lingkungan, ia memberikan program beasiswa ke sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Misalnya mendonasikan untuk beasiswa di Universitas Indonesia dengan biaya sebesar Rp 50 miliar. Dana tersebut diberikannya dalam bentuk Biaya Operasional Pendidikan atau disingkat BOP. Melansir tempo. (*)


Share
Berita Terkait
Komentar
Copyright © 2012 - 2024 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified