- Home
- Opini-Tokoh
- Kenapa Mesti BBM ?
Kamis, 06 November 2014 13:39:00
Kenapa Mesti BBM ?
Jokowi - Jk Baru Saja dilantik, namun hiruk pikuk terhadap kebijakan mereka berdua sudah di rasakan gocangannya, goncangan yang maha dahsat terjadi dimana mana, bak di sambar petir, rencana keinginan pemerintahan Jokowi-Jk menaikan harga bahan Bakar minyak mendapat gelombang protes dari rakyat, kalangan mahasiswa, DPRD, hingga DPR RI, meskipun DPR RI hari ini menunjukkan ketidakdewasaan dengan terjadinya DPR persi Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah Putih, mereka berkecamuk entah apa yang ada dibenak mereka sehingga tanding-tandingan. Disaat rakyat menderita mereka membuat, tingka laku yang membuat rakyat semakin tersakiti.
Kini BBM mau dinaikkan, danpaknya sudah mulai dirasakan rakyat, harga sembako sudah mulai naik, kebutuhan rumah tangga mulai naik. Tentunya ini berdanpak sekali dengan kehidupan rakyat. Kapankah Badai akan berlalu.
Ganti presiden ganti kebijakan, ganti nama, isinya sama, seperti BPJS zaman SBY, dan KIS ( Kartu Indonesia Sehat ) Persi Jokowi-Jk. Rakyat kembali disibukkan dengan kartu-kartu, kartu apa lagi yang akan keluar setelah kartu yang sudah ada, Indonesia ini terlalu banyak kartu, Kartu Pengendali BBM, Kartu BPJS, Kartu KIS, Kartu Sakti, Kartu KIP.. Oh kartu kartu ?
Membingungkan memang untuk ukuran masyarakat biasa, sudah capek-capek mengurus BPJS wah muncul lagi kartu KIS, yang menjadi pertanyaan apakah BPJS berlaku lagi.?
Sama saja.. Tidak ada bedanya siapapun memimpin Indonesia ini, sama saja berbicara atas nama rakyat, rakyat jadi korban, disaat rakyat marah dan sudah bosan dengan SBY, datang Jokowi dengan gayanya blusukan memukau rakyat, rakyat diberikan harapan baru, rakyat di berikan kehausan merindukan pemimpin yang merakyat.
Persi Pemerintah mencabut Subsidi BBM untuk dipindahkan anggarannya untuk membangun insfrastruktur ketimbang habis di knalpot kata Yusuf Kalla Wakil Presiden.
Rakyat Rindu jalan bagus, rakyat rindu sembako murah, rakyat rindu dengan pekerjaan, rakyat bosan dengan pengangguran, rakyat bosan tanah mereka di rampas, tanah beribu-beribu haktar dikuasai hanya satu orang apakah ini namanya monopoli ekonomi, rakyat hanya menghirup polusi udara, rakyat hanya menelan air limbahnya, rakyat hanya menghirup asapnya, rakyat hanya dan hanya..
Kenapa mesti BBM. Negeri kaya ini negeri semuanya ada, negeri subur sebenarnya rakyat tidak akan menderita kalau negara ini memang seratus persen miliknya? Entahla... Wassalam. (abu)
Share
Berita Terkait
CPG manufacturers brace for mounting production losses and see industrial AI as a critical competitiveness lever by 2030, Schneider Electric study finds
*New Schneider Electric survey of 1,453 global ex
VeydooMax Memperkenalkan Sekilas X6 Baru di Bangkok International Motor Show, Memperluas Jangkauan Produk Seri Ride ke Luar Asia Tenggara
BRIDGE Alliance Expands Summit to Five Days as It Scales Global Media Platform
Arla Foods Ingredients Targets GLP-1 Companion Nutrition at Vitafoods Europe
COPENHAGEN, Denmark, April 14, 2026 (GLOBE NEWSWIRE) -- Arla Foods Ingred
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified










