Selasa, 16 Februari 2016 16:02:00
Pertamina : Selama TA Seluruh produksi BBM di kilang terhenti
Pertamina kunjungi Kadin Dumai
DUMAI, RIAU, - Managemen PT Pertamina Refeneri Unit (RU) II Dumai sambangi kantor Kamar Dagang dan Industri (KADIN) di Jalan Kesehatan Dumai Senin (15/2) petang kemarin. Pertemuan yang dikemas dalam bentuk silaturahim tersebut berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan.
Hadir General Manager (GM) PT Pertamina (Persero) Refenery Unit (RU) II Dumai Afdal Martha.
Menurut, Afdal Martha kilang PT Pertamina RU II Dumai melakukan TA secara rutin empat tahun sekali. Namun pada tahun 2016 merupakan puncak perawatan kilang yang dilakukan lima tahunan. Seluruh produksi BBM di kilang terhenti, sehingga suplay BBM untuk lima provinsi di luar Riau terhenti untuk sementara. “Stok BBM untuk provinsi Riau sudah dipersiapkan, namun supply BBM untuk lima provinsi lain dihentikan sementara,” ungkapnya.
Terkait pengelolaan turn around (TA) di kilang PT Pertamina RU II Dumai, pihaknya berjanji akan melakukan perbaikan. Bagaimana tatakelola sesuai regulasi yang ada di Pertamina akan lebih diperbaiki. “Perbaikan-perbaikan akan kita lakukan, bagaimana agar sinergitas PT Pertamina dengan KADIN Dumai lebih baik lagi, sesuai dengan komitmen Pertamina untuk dapat memajukan kota Dumai ini,” ujarnya
Dijelaskan, dari 128 perusahaan yang menjadi mitra PT Pertamina RU II Dumai dalam pelaksanaan TA, sebanyak 67 diantaranya merupakan perusahaan Dumai Riau. Sementara 61 perusahaan lagi berasal dari luar Riau.
Sedangkan tenaga kerja di Kilang PT Pertamina RU II Dumai yang melakukan TA, sebanyak 3.858 tenaga kerja atau 61 persen dari total seluru merupakan tenaga skil yang ahli di bidangnya,” jelasnya, sembari menambahkan untuk wajib lapor sesuai UU No 7 tahun 1981 sebenarnya menjadi tanggungjawab vendor, bukan PT Pertamina RU II Dumai.
Karena PT Pertamina (Persero) RU II Dumai sebagai pemberi kerja telah melaporkan pekerjaan penunjang kepada Disnakertrans Dumai sesuai Permenakertrans RI No 19 tahun 2012 tentang syarat-syarat penyerahan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lain. “PT Pertamina RU II Dumai sudah melaporkan pekerjaan penunjang yang diserahkan kepada perusahaan lain. Hanya saja vendor masih ada lima yang belum melapor ke Disnakertrans Dumai,” jelasnya.
Dalam silaturahim tersebut, General Manager (GM) PT Pertamina (Persero) Refenery Unit (RU) II Dumai Afdal Martha tidak sendirian. Ketua Panitia Pelelangan Jasa PT Pertamina (Persero) RU-II Widodo Tri Raharjo, Manager Human Resources (HR) Pertamina RU II Dumai, M. Fahmi El Mubarak Jefrizon dan Section Head Public Relation PT Pertamina RU II Dumai, Marlodieka turut mendampingi.
Ketua Umum KADIN Dumai H Syafruddin Atan Wahid SH, menjelaskan di era keterbukaan sekarang tak perlu ada yangditutup-tutupi. Sebelumnya ada 57 perusahaan mitra PT Pertamina RU II Dumai yang belum melengkapi persyaratan, namun kemudian terakhir hanya tinggal lima (5) perusahaan lagi yang belum menyerahkan dokumen peryaratan sesuai ketentuan UU Ketenagakerjaan.
Menurut Syafruddin Atan Wahid, jika yang salah itu adalah lima peruahaan vendor, maka perusahaan tersebut yang diberi sanksi. PT Pertamina RU II Dumai sendiri, kata Syafruddin Atan Wahid sudah welcome dan semoga bermanfaat bagi kota Dumai. ”Ini kan nasional. Pada prinsipnya siapa dan perusahaan mana yang bersalah itu yang diberi sanksi, bukan Pertaminanya. Jangan ibarat ada nyamuk yang dibakar kelambunya, ini kan tak benar,” ungkanya. (nly/zar).
Share
Berita Terkait
Komentar






