Sabtu, 06 April 2019 06:18:00
Pileg 2019
Akankah Menghasilkan Legislatif Berkualitas
Pesta demokrasi pemilihan legislatif antara lain ditingkat kabupaten/kota, provinsi, nasionalyakni DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi, DPR RI sebanyak 575 orang, DPD RIsebanyak 136orang, pemilihan Presiden dan Wakil Presiden secara serentak dilaksanakanpada tanggal 17 April 2019,
maka dari itu segenap komponen masyarakat memilih siapa yangakan menjadi perwakilan ditingkat kabupaten/kota, provinsi & nasional.Saya amati para politikus, terutama yang berkiprah didaerah pada umumnya sibuk dalamrangka sosialisasi untuk merebut simpati masyarakat dengan posisi di legislatif kabupaten/kota, provinsi & nasional. Politikus memainkan peran apa saja untuk menang, tentu denganopsi untuk dipilih dengan menggunakan jargon politik masing-masing, misalnya sahabatsemua suku, sang dosen menuju parlemen, siap berkarya, dll untuk sebagai penarik ditengah-tengah masyarakat.
Semua ini dikenal dengan politik identitas yang mengedepankanperangkulan dan penyingkiran artinya politik identitas lebih mengarah perangkulan baiksecara individu maupun kelompok lalu menyingkirkan kelompok lain.Di dalam dunia perpolitikan baik ditingkat daerah maupun nasional ada beberapa kategoricalon legislatif :1. Caleg yang berasal dari fungsionaris parpol yang mana mereka sudah dekat dengananggota partai maupun simpatisan sampai ketingkat paling terendah misalnyapengurus desa atau sekelas ranting.2. Caleg yang pendatang baru di partai yang mana mereka biasanya berlatar belakangpengusaha, artis, pensiunan ASN atau profesi yang lain, sehingga mereka harus rajin-rajin untuk turun ke masyarakat.
Mengapa partai politik mengambil pola dua unsur diatas, karna fungsionaris lebih pahamdengan internal maupun eksternal partai dan pendatang baru di partai salah satu merekapunya pengaruh besar dengan figur yang dikenal berada di tengah-tengah masyarakatmisalnya sering menghadiri undangan pesta, melayat, ikut gotong-royong, mendo’a, dll.Mereka yang mencalonkan diri ditingkat kabupaten/ kota, provinsi dan nasional sudah pastiketika duduk dipemerintahan katakanlah legislatif tentu banyak permintaan masyarakatseperti drainase, semenisasi, bantuan kesehatan, beasiswa pendidikan prestasi maupun kurangmampu, dll. Dan caleg tidak cukup mengandalkan banyak uang saja sebagai alat politikterutama yang terpenting adalah pendekatan kemasyarakatan yang melahirkan pendidikanpolitik dan budaya politik. Para caleg juga harus merangkul timses atau relawan denganloyalitas tinggi dan juga mempunyai strategi politik darat maupun udara. Strategi politik daratmisalnya intens mengadakan pertemuan silaturahmi dimulai dengan istilah pertemuanseperempat kamar lalu setengah kamar kemudian dilanjutkan dengan acara besar dengankehadiran masyarakat lebih banyak tentunya dengan tidak menyalahi aturan dari KPU &BAWASLU sebagai penyelenggara pemilu.
Strategi politik udara misalnya intens melakukankomunikasi melalui sosial media (sosmed) kepada masyarakat terutama kaum milenial.
[
Saran kepada para caleg yang terpilih nantinya untuk duduk di legislatif baik ditingkatkabupaten/kota, provinsi maupun nasional bekerjalah sesuai dengan tupoksi, menampungaspirasi masyarakat secara responsif dan berikan solusi yang brilian, jadilahperwakilan/pemimpin yang amanah dengan semua pertanggungjawaban! Semoga.
IRWAN GESMI, S.Sos, M.Si Pengamat Pemerintahan Universitas Islam Riau









