Kamis, 26 Juli 2018 12:15:00
SBY Ingatkan Ketua PPP Romahurmuziy agar Hati-Hati Bicara!
POLITIK, – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberikan perigatan keras kepada Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy, atau akrab disapa Romi.
Hal tersebut didasari oleh penyataan Romi yang mengklaim, Demokrat batal bergabung dengan koalisi partai pendukung Joko Widodo sebagai calon presiden di Pilpres 2019, karena penawaran SBY ditolak.
Romi mengklaim, Demokrat menawarkan putra sulung SBY, yakni Agus Harimurti Yudhoyono menjadi calon wakil presiden untuk Jokowi. Tawaran itulah yang ditolak partai-partai koalisi Jokowi.
“Kalau Anda cermati pernyataan Bung Romi, bahwa Demokrat dan SBY batal berkoalisi karena tawaran AHY sebagai cawapres Jokowi ditolak, itu salah!” tegas SBY di kediamannya di Jalan Mega Kuningan Timur VII, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/7/2018).
SBY berharap agar Romi hati-hati dalam berbicara, karena sebagai pemimpin partai tak elok memberikan pernyataan tanpa dasar kuat.
“Saya harap Bung Romi berhati-hati dalam berbicara, karena tidak baik bagi pemimpin ataupun politikus mengeluarkan pernyataan tanpa dasar yang kuat,” jelasnya. (net/*).
Share
Berita Terkait
Monash IVF Singapore Spotlights Male Factor Infertility for National Infertility Awareness Week (NIAW)
SINGAPORE - Media OutReach Newswire - 19 April 2026 - In conjunction with National Infe
HKTB Taps Hong Kong Sevens' 50th Anniversary to Promote Hong Kong as the "Events Capital of Asia"
Challenge accepted: Schneider Electric helps industry turn toughest problems into competitive advantage
HANNOVER, Germany, April 19, 2026 (GLOBE NEWSWIRE) -- Industrial operations are under p
Memimpin dalam Penjualan dan Reputasi, iCAUR V23 Menjadi Pilihan Utama di Pasar SUV Bodi Kotak Asia Tenggara
WUHU, Tiongkok, April 18, 2026 (GLOBE NEWSWIRE) -- Sejak peluncuran globalnya, iCAUR, m
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified










