- Home
- Politik
- Sangketa lahan dan Infrastruktur jalan mengantui masyarakat Kampung Belutu dan Sungai Gondang
Senin, 21 September 2015 07:57:00
Sangketa lahan dan Infrastruktur jalan mengantui masyarakat Kampung Belutu dan Sungai Gondang
RIAUONE.COM, SIAK, ROC, - Masyarakat Dua Kampung yaitu Kampung Belutu dan Kampung Sungai Gondang Kecamatan Kandis di hantui kekwatiran mendalam tentang sangketa lahan dengan Perusahaan yang bertahun-tahun tidak terselesaikan sampai sekarang
Perwakilan dari Tokoh masyarakat Kampung Belutu Kecamatan Kandis Suliadi, Sabtu (19/9) mengatakan, Permasalahan lahan masyarakat dengan Perusahaan PT Arara abadi hingga saat ini belum terselesaikan
"Ada kurang lebih 500 hektar lahan digarap masyarakat yang sampai sekarang belum jelas statusnya padahal lahan tersebut merupakan penompang masyarakat dua kampung yaitu Kampung Belutu dan Kampung Sungai Gondang,"ujar Suliadi saat calon Bupati Siak nomor urut 2 Suhartono menggelar Kampanye dialogis di salah satu rumah warga slamet Kampung Belutu Kecamatan Kandis,
Dijelaskannya, konflik lahan masyarakat dengan perusahaan sudah bertahun-tahun, kurang lebih 10 tahun. Lahan tersebut sudah duluan digarap masyarakat, bahkan Surat SKGR sudah dilengkapi sampai kepihak Kecamatan, tapi surat itu semua dibantahkan oleh perusahaan
"Kami berharap kepada Pasangan Suhartono-Syahrul, apabila terpilih menjadi Bupati-Wakil bupati Siak untuk dapat menyelesaikan persoalan masyarakat dua Kampung tersebut,"harapnya
Hal sanada juga disampaikan Martias Masyarakat Kampung belutu,"dia mengakui bahwa konflik lahan tersebut sudah lama sekali, sampai sekarang belum juga selesai
Selain persoalan itu, masalah Infrastruktur jalan juga harus menjadi perhatian pasangan Nomor urut dua tersebut.
Menanggapi permasalahan itu, Calon Bupati Siak nomor urut 2 Suhartono mengatakan bahwa persoalan yang dialami masyarakat Dua kampung yaitu Kampung Belutu dan Sungai Gondang tersebut telah dituangkan dalam Visi misi
"kita siap membantu langsung apabila terpilih menjadi Kepala Daerah nantinya, sebab Kepala daerah memiliki peran yaitu melayani masyarakat bukan diminta dilayani,"jelasnya
Selain itu, lanjutnya, kita akan mengevaluasi ulang serta kita akan mengecek langsung, apabila persoalan tersebut tidak selesai.
"kalau perlu kita bentuk team diluar dinas untuk benar-benar bertugas dilapangan. Pada intinya kami akan bekerja semaksimal mungkin dan tentunya berpihak kemasyarakat,"jelasnya
Lebih lanjutnya, terkait persoalan infrastruktur jalan telah menjadi visi misi kami, termasuk peningkatan jalan usaha tani. (ir).
Share
Berita Terkait
Tanggal 18 Agustus 2025 ditetapkan Sebagai Cuti Bersama Bukan Libur Nasional YA!
NASIONAL, - Pemerintah Indonesia, melalui Surat K
Bupati Pati dan Polemik Kenaikan PBB serta Respons Masyarakat
NASIONAL, - Pada Selasa 5/8/2025 digelar posko donasi aksi pen
Dikatakan Hari Ini Selasa 5 Agustus 2025 jadi Hari Terpendek? Begini Penjelasan-nya
DUNIA, - Ada beberapa berita yang menyebutkan bah
Elpiji di Permainkan, Harga Elpiji 3Kg Asli-nya Rp12.759, Bahkan di Kota Dumai Kota Pengolah Elpiji 3Kg ini Pernah Sampai Rp35 Ribu
NASIONAL, - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa harga gas elpiji 3 kilogram (kg) semestinya hanya Rp 12.750
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified








