- Home
- Riau Raya
- Adu Gengsi dua Kabupaten, pada Event Pacu Jalur Tradisional Di Tepian Narosa Teluk Kuantan
Senin, 21 Agustus 2017 10:29:00
Adu Gengsi dua Kabupaten, pada Event Pacu Jalur Tradisional Di Tepian Narosa Teluk Kuantan
KUANSING,- Kehadiran jalur-jalur asal Indragiri Hulu ( Inhu ) ikut berpacu di gelanggang Tepian Narosa Teluk Kuantan, menjadi tantangan tersendiri. Kedua Kabupaten ini akan adu gengsi di gelanggang Pacu Jalur Tepian Narosa Teluk Kuantan (23-26/8/2017)
Kehadiran mereka membuat persaingan tidak sebatas digelanggang pacu, juga didunia maya. Adrenalin, gengsi dalam pacu jalur dan gairah antar dua Kabupaten kakak beradik ini cukup menegangkan. Pendukung kedua jalur sama-sama berhasrat mereka yang berjaya. Karena disitu tersirat perjuangan Marwah antar Kabupaten.
Tetapi perjuangan jalur-jalur asal Kabupaten yang dipimpin Yopi Arianto itu patut dihargai. Untuk membawa jalur ke Tepian Narosa yang merupakan gelanggang paling bergengsi sekelas Arena pacu jalur perlu kesiapan mental dan dukungan.
Kenapa tidak menurut cerita dari nenek moyang, Gelanggang pacu jalur tepian narosa Teluk Kuantan itu memiliki kesaktian, jalur jalur yang dapat berhasil merebut peringkat pertama di tepian narosa itu merupakan jalur pilihan, baik dari sisi kekuatan spiritual sang pawang, kekuatan anak pacuan, kekompakan masyarakatnya, dan tingkat keberuntungannya.
Untuk sampai ke gelanggang pacu jalur tepian Narosa dibutuhkan waktu paling cepat dua hari bagi jalur yang berada diperbatasan dengan Kuansing seperti Peranap dan Kelayang, Petalongan dan tiga hari untuk jalur yang berada disekitar Rengat, Lirik dan Air Molek ungkap nya.
Ditengah perjalanan mereka menghadapi tantangan yang tidak mudah dan juga berbahaya. Arus deras yang tidak bisa diprediksi serta kondisi mesin pompong bisa membuat nyawa mereka terancam.
Mereka bergerak sepanjang sungai Indragiri dan Kuantan dari pagi hingga malam untuk mempertahankan Marwah Kabupaten, Waktu yang dibutuhkan lebih dari tiga hari. Tetapi pada pukul10.00 malam berhenti istirahat. Selain lelah, bahaya berjalan dimalam hari juga besar. Tidurpun didalam pompong yang mereka bawah sekaligus menjaga jalur yang diamanahkan pada mereka.
Setidaknya mereka berhenti istirahat dua kali. Pemberhentian pertama bisa di Kelayang dan Petalongan Inhu dan kedua di Baserah atau Pangean Kuansing.
Walaupun perjuangan membawa jalur penuh liku kadang nasib pun tak beruntung. Dihari pertama kadang mereka harus gulung kajang dan pembawa jalur kembali bertugas membawa pulang jalur mereka menyusuri sungai sejauh 165 kilometer dengan perasaan gundah dan tak seoptimisme saat mereka ke tepian Narosa.
Menurut Mukhsal Amindra, pengurus jalur Tuah Kalajengking Muda Indragiri, untuk memudikkan jalur dari desa Redang Seko kecamatan Rengat Barat dibutuhkan delapan orang. Baik yang bertugas dipompong dan jalur.
Menurutnya tahun ini jumlah jalur asal Kabupaten Inhu yang ikut berpacu ada sekitar 33 buah jalur. Dari jumlah tersebut Alhamdulillah mendapat dukungan penuh dari Bupati Inhu Yopi Arianto ujar salah seorang panitia jalur Tuah Kalajengking kepada awak media.
Dana untuk membawa jalur juga cukup besar lebih dari lima juta. Itu untuk sewa pompong, BBM, makan dan honor. " Alhamdulillah dukungan dana dari Pemda Kabupaten Inhu cukup membantu biaya panitia sehingga dapat ikut serta dalam event budaya terbesar di Provinsi Riau ini, " tutup Mukhlas. (ijk).
Share
Berita Terkait
Hong Kong universities scale global heights, cementing education hub status
HONG KONG SAR - Media OutReach Newswire - 19 June 2026 - Hong Kong universities continu
Glow Festival by Prudential Expands in Sentosa Partnership, Bringing Global Headliners and Its Biggest Edition Yet to Singapore
Thailand's "trust capital" a potential strategic advantage amid global realignment: NUS Business School Dean
Thailand's "trust capital" a potential strategic advantage amid global
Teva Releases Q2 2026 Aide Memoire
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified










