• Home
  • Riau Raya
  • Antisipasi Musim El Nino, Perusahaan dan Masyarakat Diminta Waspada
Sabtu, 21 November 2015 06:56:00

Antisipasi Musim El Nino, Perusahaan dan Masyarakat Diminta Waspada

kebakaran di riau. (roc).
SELATPANJANG, RIAUONE.COM - Menghadapi musim El Nino yang diprediksi sampai ke wilayah Riau pada awal tahun depan, semua pihak diminta waspada. Peningkatan suhu yang menyebabkan kemarau panjang itu dikhawatirkan kembali terjadinya kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) di wilayah Kepulauan Meranti.
 
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kepulauan Meranti, Makmun Murod, saat dikonfirmasi wartawan terkait hal tersebut membenarkan bahwa waspada El Nino sudah disampaikan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Kehutanan. Saat ini pihaknya masih menunggu instruksi selanjutnya dari pemerintah provinsi.
 
"Biasanya secara hirarkis, ada kordinasi dari gubernur kepada bupati. Setelah itu baru kita laksanakan instruksinya," kata Murod, Jumat (20/11/2015).
 
Meski begitu, pihaknya akan terus memantau setiap potensi yang menjadi penyebab Karlahut. Selain itu pihaknya akan secepatnya berkordinasi terkait masuknya musim El Nino untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
 
"Nanti secepatnya akan ditindaklanjuti. Kita minta perusahaan dan pihak terkait lainnya untuk waspada," ucap Kepala Dinas Kehutanan Meranti itu.
 
Corporate Communications Manager, Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Djarot Handoko, saat dikonfirmasibmenegaskan, sebagai salah satu perusahaan HTI yang memiliki wilayah konsesi di Kepulauan Meranti, pihaknya telah mengantisipasi berbagai hal untuk mencegah terjadinya Karlahut. Terutama dalam menghadapi ancaman El Nino beberapa bulan mendatang.
 
"Kita terus memantau dan mendeteksi setiap potensi kebakaran lewat satelit. Selain itu juga kita memasang Fire Danger Index di beberapa titik," ujarnya, Jumat (20/11/2016).
 
Perusahaan yang beroperasional di Pulau Padang itu juga telah menyiapkan personil pemadam lengkap dengan peralatan. Kemudian dilakukan juga upaya pembuatan embung dan canal blocking untuk menjaga lahan gambut agar tetap basah.
 
"Ada 1.104 canal blocking dan 158 embung (kolam penampungan air) yang telah dibuat hingga akhir September lalu.  Itu tersebar di beberapa wilayah kerjasama perusahaan dibantu TNI, Polri," kata Djarot. (uzi)
Share
Berita Terkait
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified