• Home
  • Riau Raya
  • BWM Festival 2016 Usai, Ini Kesan Para Musisi yang Berkunjung ke Desa Bokor
Selasa, 22 November 2016 19:45:00

BWM Festival 2016 Usai, Ini Kesan Para Musisi yang Berkunjung ke Desa Bokor

Bokor World Music
RANGSANG BARAT, MERANTI, ROC - Bokor World Music (BWF) Festival 2016 berakhir dengan penuh kesan dan pesan. Sebagai ajang musisi lokal maupun mancanegara, berbagai penampilan karya seni berupa musik, suara, dan tarian disuguhkan dalam acara yang berlangsung selama tiga hari itu.
 
Para musisi, baik lokal maupun manca negara mengakui kekaguman mereka selama berada di Desa Bokor untuk ikut menyemarakan BWM Festival 2016. Ternyata ada kesan yang menyenangkan mereka dapati selama perhelatan acara.
 
Kesan-kesan tersebut disampaikan para musisi saat Penutupan BWM Festival 2016 oleh Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti H Said Hasyim bersama Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau, Fahmizal, bertempat di Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (21/11/2016) malam.
 
Jelasnya, mereka sangat terkesan dengan keramahan masyarakat yang memberikan tempat menginap untuk mereka, termasuk juga kuliner Meranti khususnya olahan Sagu yang sangat nikmat. Bahkan salah seorang musisi asal Polandia bersedia datang kembali untuk menyemarakan acara BWM Festival musim depan.
 
"Kami sangat senang dengan keramahan masyarakat disini. Tegur sapa warga dan nikmatnya makanan disini tak terlupakan" akui salah seorang musisi.
 
Wabup Said Hasyim dalam pidatonya dihadapan dipenutupan BWM 2016, berterimakasih pada semua pihak yang telah mensukseskan terselenggaranya iven tahunan itu. Terlebih para seniman yang telah datang dari berbagai negara dan daerah di Indonesia.
 
Said Hasyim menilai Ivent ini merupakan sebuah potensi yang layak dipelihara dan dikembangkan. Meski Bokor merupakan sebuah kampung terpencil, namun menyimpan sebuah potensi besar.
 
"Bokor meski sebuah kampung terpencil, namun menyimpan mutiara terindah," ujarnya.
 
Untuk itu, dalam rangka mengembangkan Bokor sebagai destinasi wisata di Provinsi Riau, Wabup menekankan perlunya kesiapan masyarakat dalam menerima itu. Bagaimana berprilaku dan memperlakukan wisatawan dengan memberikan kesan pertama yang baik, sehingga mau kembali berkunjung.
 
"Kita ingin menjual jasa, kepercayaan dan rasa senang. Untuk itu kita harus pandai menjaga hati mereka, jangan sampai tamu yang datang kecewa," ucap Said Hasyim.
 
Wabup juga mengajak masyarakat untuk mempertahankan adat istiadat dan bisa mensosialisasikan adat istiadat itu kepada para tamu yang datang. Pemda Meranti akan berupaya menjual potensi wisata Bokor kepada Biro Perjalanan dan akan membangun Homestay yang nyaman bagi pendatang.
 
Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau, Fahmizal menyebutkan Bokor World Music Festival merupakan ajang berkumpul dan menampilkan kreatifitas seni para seniman. Apalagi iven ini dihadiri oleh para musisi dari 6 negara yang dapat dijadikan perbandingan bagi perkembangan music daerah.
 
"Semoga kegiatan ini mampu menjadi daya dorong bagi para seniman daerah, untuk lebih berkreasi dan melahirkan berbagai karya seni," ujarnya.
 
Berkaitan dengan Ekonomi Kreatif, dijelaskan Fahmizal sempat menjelaskan bahwabaru-baru ini telah ditandatangani MoU antara Gubernur Riau dengan Bupat dan Walikota se-Riau untuk mgembangkan wisata di Riau. Hal itu sejalan dengan nawacita pemerintah saat ini yang meletakan sektor pariwisata sebagai prioritas.
 
"Seiring itu pula Provinsi Riau 9 agustus lalu telah mencanangkan pariwisata berbasis budaya sebagai lokomotif penggerak ekonomi masyarakat, artinya pariwisata merupakan masa depan Riau kedepan," jelas Fahmi.
 
Desa Bokor menjadi satu prioritas yang harus didukung melalui Bokor World Music Festival sebagai aktifitas pendorong dan penggerak ekonomi masayarakat khususnya di Kabuaten Meranti.
 
Fahmizal juga berjanji akan berupaya untuk menarik wisatawan untuk berkujung ke Bokor. Salah satu upaya yang dilakukan dengan bekerjasama dengan travel agent serta asosiasi yang bergerak dibidang pariwisata untuk mempromosikan Bokor hingga ke mancanegara.
 
Selain itu, Dinas Pariwisata Provinsi Riau juga akan berkoordinasi dengan Kemenpera untuk membangun sarana pendukung, seperti homestay dengan merenovasi rumah penduduk sesuai standar, sehingga para wisatawan merasa nyaman.
 
"Yang terpenting sarana air bersih dan toilet harus tersedia, dan kita akan merenovasi rumah-rumah warga melalui dukungan Kemenpera RI, sehingga layak dijadikan Homestay," ungkapnya.
 
Acara penutupan Bokor World Music Festival diakhiri dengan penampilan para musisi dan penari yang tergabung dalam Sanggat Sri Melayu lewat tarian Riau Satunya, Kolaborasi beberapa Musisi dari Walles, Polandia, Subang Boyolali dan solo, penampilan Rumah Musik Tradisi Malang Featuring Sanggar Bathin Galang, Etlabora Poli dari Jawa Barat, Persahabatan Project Prancis, Kalila Project Music Medan, Riau Return Cambers Indonesia, Steve Can Wals Rumania, Made In Made yang mengajak seluruh penonton untuk bergoyang Reggae.
 
Hadir dalam penutupan itu, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Barliansyah, Anggota DPRD Ardiansyah, para pejabat instansi vertikal, Kepala SKPD,  Sekretaris Dinas Pariwisata H Ismail Arsyad, Camat Rangsang Barat H Said Jamhur, Kabag Humas Helfandi.(rls/uzi)
Share
Berita Terkait
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified