Selasa, 18 November 2014 10:24:00
Banjir di Indragiri Hulu, Bupati Minta Camat Tanggap Bencana Banjir
riauonecom, Rengat, - Bencana banjir mulai mengancam wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Bahkan banjir sudah merendam sejumlah rumah warga dan akses jalan penghubung antar desa. Jika curah hujan terus meningkat dalam beberapa hari kedepan, banjir diprediksi akan semakin meluas.
Seperti yang terjadi di Kecamatan Seberida. Banjir akibat luapan Sungai Cenaku sudah menggenangi akses Jalan Lintas Selatan menuju arah Kilan, Kecamatan Batang Cenaku. Dilokasi ini, banjir merendam badan jalan dengan ketinggian mencapai 30 cm dengan panjang sekitar 100 meter.
Meski demikian, arus transportasi masyarakat di Jalan Lintas Selatan tersebut masih lancar karena badan jalan masih bisa dilalui sepeda motor dan mobil. Banjir di Jalan Lintas Selatan tersebut sudah ditinjau Bupati Inhu H Yopi Arianto dan sejumlah pejabat dilingkungan Pemkab Inhu.
Banjir juga telah merendam Desa Pejangki, Kecamatan Seberida sejak Sabtu (15/11). Banjir tersebut menyebabkan 25 rumah warga terendam dengan ketinggian 40 hingga 60 cm. Banjir juga mulai merendam sejumlah fasilitas umum masyarakat seperti bangunan sekolah, Posyandu dan kantor kepala desa dengan ketinggian sekitar 10 centimeter.
Selain itu, banjir juga merendam jalan utama Desa Pejangki dengan ketinggian 1,6 meter. Kondisi ini mengakibatkan masyarakat kesulitan untuk keluar dan membawa hasil produksi. Bahkan warga kesulitan menuju pasar akibat akses jalan yang terendam. “Banjir ini karena hujan lebat yang mengguyur Desa Pejangki dan luapan Sungai Cenaku,” ujar Pangastuti Rahayu, istri Kepala Desa Pejangki seraya mengungkapkan sampai saat ini belum ada tanda-tanda banjir akan surut.
Sementara itu, banjir juga sudah menggenangi sebagian wilayah Desa Setako Raya, Kecamatan Peranap. Banjir mengakibatkan beberapa rumah warga mulai terendam akibat luapan Sungai Indragiri. “Namun sudah mulai terlihat tanda-tanda banjir akan surut,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Inhu H Yopi Arianto minta masyarakat waspada terhadap bencana banjir yang sewaktu-waktu dapat mengacam. Bupati juga telah memerintahkan kepada seluruh camat untuk tanggap dan segera berkoordinasi dengan instansi terkait terhadap bencana banjir diwilayahnya masing-masing.
“Memang ada beberapa desa di wilayah Inhu yang sudah terendam banjir. Karena itu, kita minta masyarakat waspada dan saya sudah perintahkan camat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk tanggap dan segera berkoordinasi dengan instasi terkait terhadap bencana banjir di wilayahnya,” ujar Bupati Inhu H Yopi Arianto, Minggu (16/11).
Menurut Bupati, beberapa desa yang mulai terendam banjir umumnya berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) dan menjadi langganan banjir setiap musim penghujan. “Kita berharap dan berdoa semoga air dapat segera surut sehingga banjir tidak meluas,” tuturnya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Inhu, H Asriyan mengungkapkan bahwa banjir yang mulai menggenangi beberapa desa di wilayah Inhu tersebut akibat tingginya curah hujan dan limpahan dari hulu sungai. “Berdasarkan laporan yang kita terima Minggu (16/11), ketinggian air Sungai Indragiri sudah mencapai 6,2 meter. Sehingga masyarakat sudah diminta untuk waspada,” tuturnya.
Asriyan menambahkan jika di daerah hulu, terutama Kabupaten Kuansing sudah terendam banjir, kemungkinan banjir akan terus menggenangi Kabupaten Inhu. Apalagi saat ini curah hujan di Kabupaten Inhu juga cukup meningkat. (isc/ari)
Share
Berita Terkait
Komentar










