Jumat, 21 November 2014 08:19:00
Banjir di Kecamatan Seberida Surut 40 Sampai 50 Centimeter
riauonecom, Rengat, Inhu, - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Seberida, Kabupaten Inhu sudah berangsur-angsur surut, Rabu (19/11). Meski demikian, sejumlah rumah warga masih terendam dan aktivitas belajar mengajar di SDN 003 Bandar Padang masih terganggu.
“Hari ini banjir di Kecamatan Seberida sudah mulai surut 40 sampai 50 centimeter. Tetapi sebagian rumah warga masih terendam banjir dan aktivitas belajar mengajar di SDN 003 Bandar Padang masih terganggu karena banjir masih merendam ruang kelas,” ujar Camat Seberida Triatno.
Dijelaskan Triatno, banjir yang melanda Kecamatan Seberida terjadi di Desa Beligan, Seresam, Bandar Padang dan Kelurahan Pangkalan Kasai. Banjir tersebut berasal dari luapan Sungai Cenaku hingga menyebabkan ribuan rumah warga dan ratusan hektare lahan pertanian terendam.
Bahkan saat ini sebagian warga masih mengungsi di tenda dan sebagian lagi tinggal dirumah keluarganya yang tidak terendam banjir. “Ada beberapa warga yang memilih tidur di tenda di dekat rumahnya karena mereka khawatir barang-barang mereka hilang. Pemkab Inhu melalui Badan Kesbangpol dan PBD juga sudah menyiapkan tenda untuk warga yang ingin mengungsi,” jelasnya.
Ditambahkan Triatno, pihaknya juga sudah menerima bantuan 6,5 ton beras yang disalurkan oleh Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Inhu. Beras tersebut sudah langsung diteruskan kepada pihak kelurahan dan desa untuk disalurkan lagi kepada warga yang menjadi korban banjir.
Selain itu, pihak Kecamatan Seberida juga sudah menerima bantuan air bersih yang disalurkan PDAM Tirta Indra Kabupaten Inhu. Sampai Rabu (19/11), air bersih yang sudah disalurkan PDAM Tirta Indra mencapai 15 tangki. “Sedangkan untuk kesehatan warga korban banjir, Dinas Kesehatan juga sudah mendirikan posko pada seluruh Puskesmas Pembantu,” tuturnya.
Camat juga mengucapkan terimakasih atas kepedulian sejumlah perusahaan yang telah membantu korban banjir di Kecamatan Seberida. Hanya saja, camat berharap bantuan dapat dilaporkan ke pihak kecamatan sehingga dapat dilakukan pendataan.
Sebelumnya, Kepala Badan Kesbangpol dan Penanggulangan Bencana Daerah (PBD) Inhu Adri Bahar mengungkapkan bahwa banjir yang melanda wilayalah Kabupaten Inhu umumnya melanda daerah aliran sungai (DAS), terutama di sepanjang Sungai Cenaku dan Sungai Indragiri. “Terparah memang berada di Kecamatan Seberida akibat luapan Sungai Cenaku,” jelasnya.
Adri menambahkan, meski di daerah hulu air sudah mulai surut, namun pihaknya tetap melakukan antisipasi atas limpahan air dari daerah hulu yang menuju hilir. Sehingga kecamatan yang ada di wilayah hilir Kabupaten Inhu kemungkinan dapat terendam banjir seperti yang sebelumnya terjadi di daerah hulu. Apalagi intensitas curah hujan masih sangat tinggi.
Sementara itu, selain luapan Sungai Cenaku dan Sungai Indragiri, banjir di Kabupaten Inhu juga diakibatkan luapan anak Sungai Sei Beberas yang ada di Kecamatan Lubuk Batu Jaya. Tidak hanya merendam rumah warga, banjir juga merendam Puskesmas Kulim Jaya.
“Guna melihat dari dekat kondisi Puskesmas Kulim Jaya yang sudah sering terendam saat hujan turun, kita melakukan peninjauan. Sehingga dapat melihat langsung kondisi air saat banjir, baik dihalaman maupun dalam ruangan di Puskesmas ,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhu H. Suhardi, kemarin
Menurutnya walaupun puskesmas terendam banjir akibat meluapnya anak sungai Sei. Beberas tetapi pelayanan kepada masyarakat tetap dilaksanakan. Namun demikian mungkin kurang maksimal tetapi di pindahkan ke pustu-pustu terdekat dengan standar pelayanan puskesmas. (isc/roc)
Share
Berita Terkait
Komentar










