Senin, 29 Februari 2016 13:34:00

Bupati Irwan Nyatakan Meranti Siaga Darurat Asap

SELATPANJANG, RIAUONE.COM – Pemkab Kepulauan Meranti bertindak cepat menghadapi kemungkinan semakin meluasnya bencana asap akibat kebakaran lahan dan hutan (karlahut). Bupati Meranti Irwan Nasir telah pun menetapkan status siaga darurat bencana asap tersebut. 
 
“Status siaga darurat penanggulangan bencana asap akibat karlahut ini berlaku mulai 1 Maret hingga 31 Mei 2016. Penetapan status ini sebagaimana SK Nomor 44/HK/KPTS/II/2016,” tegas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Meranti, M Edy Afrizal didampingi Kepala Bagian Humas Ery Suhairi, usai rapat koordinasi karlahut, Senin (29/2/2016). 
 
Menurutnya, dengan penetapan status siaga ini Pemkab Meranti akan mengerahkan semua kekuatan untuk mengantisipasi bencana asap terutama meluasnya karlahut. Diantaranya, memverifikasi dan menyiagakan semua peralatan untuk memadamkan api baik yang berada di instansi pemerintah maupun di masyarakat. 
 
“Semua peralatan tersebut harus dalam kondisi siap pakai. Kita juga meningkatkan koordinasi baik antarinstansi dan masyarakat. Sosialisasi ke masyarakat juga digencarkan agar tidak membakar lahan atau sampah karena saat ini rawan kebakaran,” tegas Edy. 
 
Untuk diketahui, di Kepulauan Meranti sempat terdapat satu titik api di Pulau Rangsang. Eddy menjelaskan 
titik api tersebut sudah berhasil dipadamkan. Titik api itu merupakan kebakaran lahan di perbatasan tiga desa di Pulau Rangsang. Rinciannya, 10 hektare di Desa Wonosari, 10 hektare di Desa Kayu Ara an 50 hektare di Desa Bokor. 
 
Sementara itu Kabag Humas Ery Suhairi menjelaskan bahwa dengan penetapan status siaga tersebut, para camat, lurah dan kepala desa dilarang meninggalkan tempat. “Khusus camat diharuskan menyampaikan informasi hasil pemantauan dan pengawasan di wilayahnya seminggu sekali ke BPBD,” ungkapnya. 
 
Lebih jauh Ery menjelaskan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Bupati Said Hasyim itu juga disepakati untuk lebih meningkatkan sosialisasi ke masyarakat. “Wakil Bupati meminta agar masyarakat terus diingatkan bahwa membakar lahan dan hutan adalah pelanggaran hukum,” tegasnya. 
 
Rapat koordinasi tersebut diikuti seluruh kepala SKPD dan camat. Terlihat juga Wakapolres Kompol STP Manulang, Danramil Mayor Bismi Tambunan, perwakilan dari PT RAPP dan PT NSP (National Sago Prima). (rls/uzi)
Share
Berita Terkait
  • 5 tahun lalu

    Menurut BMKG Berikut Empat Daerah Yang Berpotensi Karhutla

    RIAU, - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Ramlan mengatakan bahwa secara frekuensi dan intensitas ada beberapa wilayah di Provinsi Ria

  • 6 tahun lalu

    Terkait Karhutla PT Arara Abadi, Formasi Riau dan Jikalahari akan Buat Laporan ke Presiden Jokowi

    PELALAWAN, - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun ini masih menjadi ancaman nyata di depan mata. BMKG memprediksi puncak musim kemarau di wilayah Sumatera akan terjadi ant

  • 7 tahun lalu

    Dampak Bencana Asap Sekolah di Pekanbaru dan Beberapa daerah di Riau Lumpuh

    RIAU, - Aktivitas belajar mengajar di sekolah-sekolah di Kota Pekanbaru dan beberapa daerah di riau hingga saat ini masih lumpuh, bahkan libur sekolah diperpanjang hingga dua ha

  • 7 tahun lalu

    [PHOTO] Mereka yang Berjuang Padamkan Api di Tengah Kabut Asap

    LINTAS, - Tak kenal lelah. Kiranya frasa itu cocok untuk disematkan pada mereka yang berjuang memadamkan api yang berkobar di area kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejuml

  • Komentar
    Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified