• Home
  • Riau Raya
  • Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi : Tak ada Korupsi dalam Proyek Jembatan Selat Rengit
Jumat, 24 Oktober 2014 08:39:00

Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi : Tak ada Korupsi dalam Proyek Jembatan Selat Rengit

Bupati Meranti Irwan tinjau JSR.
riauonecom, Selatpanjang, Meranti, roc, - Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi, memastikan tidak ada praktek korupsi yang dilakukan jajaran Pemkab Kepulauan Meranti dalam proses pembangunan Jembatan Selat Rengit (JSR). Menurutnya, isu yang berkembang di tengah masyarakat adalah akibat dari pemberitaan media yang dipolitisasi.
 
"Terhadap isu-isu yang mengatakan ada korupsi dalam proyek ini, atau hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan, saya fikir itu keliru. Kami melihat ini ada unsur politisasi dalam pemberitaan yang dilakukan selama ini," ujar Bupati, kepada sejumlah wartawan saat melihat langsung proyek JSR di Desa Mekong kemarin.
 
Ia menjelaskan, nilai proyek JSR bukan Rp 460 Miliar seperti yang diberitakan, namun jumlah pagu anggarannya adalah Rp 447 Miliar, dan dari nilai Rp 447 Miliar itu, sesuai dengan Peraturan Presiden tentang pengerjaan proyek, pihak ketiga atau kontraktor mempunyai hak untuk mendapatkan uang muka maksimal sebesar 15 persen.
 
"Jadi sesuai ketentuan tersebut, uang muka itu sudah dibayarkan pada akhir tahun 2012 lalu sebesar 15 persen dengan nilai Rp67 Miliar. Nilai Rp67 Miliar itu terlebih dahulu dikurangi pajak sebesar 11,5 persen, sehingga yang riil sudah dibayarkan kepada kontraktor itu sebesar Rp59 Miliar," ungkapnya.
 
Setelah diadakan stock opname oleh konsultan pengawas, lanjutnya, ternyata realisasi pembangunan JSR sudah mencapai 18 persen, diluar material yang sudah didatangkan ke lokasi proyek. Artinya dalam proyek ini, Pemda masih punya hutang kepada kontraktor sebesar lebih kurang 3 persen, yang akan dibayarkan setelah audit BPKP.
 
"Jadi dari realisasi proyek 18 persen, yang baru dibayar sebesar 15 persen, itupun dalam bentuk uang muka. Dan saat membayar uang muka pengerjaan proyek ini, pihak ketiga atau kontraktor harus menyiapkan jaminan uang muka, yang digaransi oleh sebuah lembaga asuransi," ucapnya.
 
Ia mengharapkan, melalui keterangan pers yang diberikan kepada para wartawan, dapat meluruskan semua berita-berita yang beredar di masyarakat, sehingga masyarakat menjadi jelas, bahwa proyek ini sudah dilakukan sesuai dengan ketentuan dan sesuai dengan aturan yang berlaku, sehingga sedikitpun tidak ada kerugian negara dalam pelaksanaannya. (moc/*)
Share
Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    International Conference of the Modernization of Chinese Medicine & Health Products (ICMCM) gathers global experts in Chinese Medicine

    Concurrent Food Expo features "Multi-Facets of Chinese Medicine" exhibition
  • 3 minggu lalu

    Trends Report 2026: AI, subscriptions and digital payments reshape Asia Pacific e-commerce

    New DHL eCommerce survey reveals gap between AI usage and trust, rising demand for subs
  • 4 minggu lalu

    Jeppesen ForeFlight Mengungkap Strategi dan Mesin AI Agentik untuk Industri Penerbangan

    Solusi Baru untuk Setiap Segmen Penerbangan Diluncurkan pada tahun 2026
  • 3 bulan lalu

    Kloter 09 BTH Gabungan Bengkalis dan Pekanbaru Menuju Batam tanggal 30 April 2026

    BENGKALIS, - Kloter 09 BTH Gabungan Calon Jemaah Haji Bengkalis dan Pekanbaru Menuju Ba
  • Komentar
    Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified